Tautan-tautan Akses

AS

Amnesty Minta Trump Berkomitmen pada Isu-isu HAM


Demonstran berbasis di sepanjang 57th Street menuju Trump Tower (9/11) di New York, menentang terpilihnya Donald Trump sebagai presiden.

Demonstran berbasis di sepanjang 57th Street menuju Trump Tower (9/11) di New York, menentang terpilihnya Donald Trump sebagai presiden.

Amnesty International mengatakan ucapan xenofobik, seksis dan ujaran kebencian lain yang dilontarkan Trump tidak punya tempat dalam pemerintahan.

Organisasi hak asasi manusia Amnesty International mengatakan hari Rabu (9/11), bahwa meskipun pihaknya mengkritik ‘ucapan-ucapan beracun’ Trump, presiden AS terpilih itu harus mematuhi kewajiban Amerika terhadap HAM di dalam dan luar negeri.

“Presiden terpilih Trump harus secara terbuka berjanji menjunjung tinggi hak asasi semua tanpa diskriminasi," ujar Direktur Eksekutif Amnesty International USA, Margaret Huang, dalam pernyataannya.

“Dari kamp tahanan sampai ke penggunaan siksaan kita sudah menyaksikan hasil yang muncul jika mereka yang kita pilih untuk mewakili kita mengabaikan kewajiban Amerika untuk menjunjung hak asasi," kata Huang.

Dalam kampanye selama hampir dua tahun, Trump berjanji akan membangun tembok di sepanjang perbatasan Amerika dengan Meksiko dan meminta Meksiko menanggung biayanya, untuk mencegah imigran dari Meksiko masuk secara gelap ke Amerika. Selain itu Trump juga akan melarang imigran Muslim masuk ke Amerika.

Huang mengatakan ucapan itu tidak boleh dan tidak harus menjadi kebijakan pemerintah.

"Ucapan xenofobik, seksis dan ujaran kebencian lain yang dilontarkan Trump tidak punya tempat dalam pemerintahan," katanya.

Trump, yang berusia 70 tahun, akan mengambil sumpah jabatan tangal 20 Januari menjadi panglima tertinggi pertama Amerika, meskipun belum pernah duduk dalam jabatan pemerintahan. [al/ps]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG