Tautan-tautan Akses

Kuburan Massal Terungkap, Amnesty Kecam Pemerintah Lokal Nigeria


Dua remaja naik sepeda di kota Kano, Nigeria dengan tembok bertuliskan "Stop Membunuh Muslim, Tentara". Tentara Nigeria dituduh membantai Muslim Syiah di Kaduna dan menguburnya secara massal.

Dua remaja naik sepeda di kota Kano, Nigeria dengan tembok bertuliskan "Stop Membunuh Muslim, Tentara". Tentara Nigeria dituduh membantai Muslim Syiah di Kaduna dan menguburnya secara massal.

Amnesty International Selasa (12/4) menyerukan tindakan hukum terhadap pemerintah negara bagian Kaduna, Nigeria yang secara rahasia mengubur hampir 350 mayat Muslim Syiah.

Kelompok hak asasi manusia, Amnesty International menyerukan tindakan hukum terhadap pemerintah negara bagian Kaduna, Nigeria yang secara rahasia mengubur hampir 350 mayat Muslim Syiah dalam sebuah kuburan massal.

Para pejabat pemerintah negara bagian Kaduna mengatakan kepada sebuah badan penyelidik hari Senin, mayat-mayat itu dikuburkan di semak-semak setelah bentrokan antara pasukan militer dan anggota Gerakan Islam Nigeria (IMN) di kota Zaria pada bulan Desember.

"Ungkapan yang mengerikan oleh pemerintah negara bagian Kaduna, bahwa ratusan warga Syiah ditembak mati dan dibuang di kuburan massal, merupakan langkah penting pertama untuk membawa semua orang yang diduga bertanggung jawab atas kekejaman itu ke pengadilan," kata Direktur Amnesty International Nigeria, M.K. Ibrahim dalam sebuah pernyataan hari Selasa (12/4).

Pejabat Kaduna mengatakan, serangan militer terhadap kelompok Syiah diperintahkan, setelah organisasi IMN dituduh mencoba membunuh panglima militer Nigeria. IMN telah membantah tuduhan itu.

Direktur Jenderal Kantor Urusan Agama negara bagian Kaduna, Muhammad Namadi Musa mengatakan Senin, ia diperintahkan untuk melakukan perjalanan ke Zaria dengan Kepala Kepolisian negara bagian Kaduna untuk "mengetahui jumlah mayat dan bagaimana mereka akan dimakamkan."

"Sebagian besar mayat dibalut dengan bahan hitam dan mereka termasuk perempuan dan anak-anak," kata Musa di persidangan. Musa mengatakan, 156 mayat dihitung di rumah sakit Universitas Ahmadu Bello, sementara 191 dikumpulkan dari pangkalan militer di Zaria.

Tentara Nigeria yang telah dituduh melakukan pelecehan hak asasi manusia terhadap warga sipil dalam pemberontakan oleh kelompok ekstremis Islam Boko Haram, membantah melakukan pelanggaran.

Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal Tukur Yusuf Buratai mengatakan pada bulan Januari bahwa tentara "bertindak sesuai dengan aturan tempur" dan perintah.

Badan Pengawas HAM dunia, Human Rights Watch mengatakan "setidaknya 300" orang tewas dalam bentrokan di Zaria, meskipun tidak ada angka korban resmi yang dirilis.

Salah satu petugas medis Rumah Sakit Ahmadu Bello mengatakan kepada kantor berita Perancis, bahwa ia menghitung setidaknya 400 mayat di kamar mayat pada 12 Desember. Penduduk setempat mengatakan, sebanyak itu juga mayat yang berserakan di jalan-jalan. [ps/al]

XS
SM
MD
LG