Tautan-tautan Akses

Amnesty International: Tiongkok Terus Bungkam Uighur


Seorang muslim mengamati pasukan anti huru-hara Tiongkok di bawah spanduk propaganda yang membentang di depan mesjid Jembatan Dong Kuruk di Urumqi, daerah otonomi Xinjiang (Foto: dok).

Seorang muslim mengamati pasukan anti huru-hara Tiongkok di bawah spanduk propaganda yang membentang di depan mesjid Jembatan Dong Kuruk di Urumqi, daerah otonomi Xinjiang (Foto: dok).

Amnesty Internasional mengatakan puluhan orang Uighur masih ditahan pasca kerusuhan di provinsi Xinjiang, Tiongkok Barat tahun 2009.

Amnesty International mengatakan Tiongkok terus membungkam ethnik Uighur yang mengecam pelanggaran hak azasi manusia, yang dikabarkan pernah dilakukan dalam kerusuhan maut di provinsi Xinjiang, Tiongkok barat tiga tahun lalu.

Organisasi HAM itu mengatakan puluhan orang Uighur masih ditahan setelah mereka dinyatakan hilang pasca kerusuhan yang menewaskan hampir 200 orang itu.

Dalam laporan yang dikeluarkan hari Kamis (5/7), Amnesty mengatakan pihak berwenang Tiongkok mengintimidasi dan mengancam orang-orang yang mencari informasi mengenai dimana anggota keluarga mereka berada.

Kerusuhan yang mulai di ibukota daerah Urumqi, bulan Juli tahun 2009 tersebut, disusul dengan beberapa penangkapan dan pengajuan ke pengadilan yang disebut oleh organisasi-organisasi HAM "sewenang-wenang", serta penindakan keamanan besar-besaran di daerah tersebut.
XS
SM
MD
LG