Tautan-tautan Akses

Amnesty: Hampir 150 Orang Tewas di Penjara Militer Nigeria 


Para tahanan yang ditangkap oleh tentara Nigeria duduk dibawah tenda sebelum dibebaskan di barak militer Giwa, Maiduguri, Nigeria, 12 Februari 2016 (Foto: dok).

Para tahanan yang ditangkap oleh tentara Nigeria duduk dibawah tenda sebelum dibebaskan di barak militer Giwa, Maiduguri, Nigeria, 12 Februari 2016 (Foto: dok).

Netsanet Belay, Direktur Riset dan Advokasi Amnesty untuk Afrika, mengatakan fasilitas tahanan barak Giwa harus segera ditutup dan semua tahanan harus dibebaskan atau diserahkan ke pihak berwenang sipil.

Hampir 150 orang, termasuk 11 anak di bawah usia enam tahun, tewas di sebuah penjara militer di Nigeria timur laut tahun ini. Fakta itu terungkap dalam laporan baru Amnesty International.

Amnesty mengatakan, anak-anak (empat di antaranya masih bayi), termasuk di antara 149 orang tahanan yang tewas di barak Giwa, fasilitas penahanan di kota Maiduguri yang sering dikecam kelompok-kelompok HAM di masa lalu.

Barak itu digunakan untuk menahan para tersangka anggota Boko Haram, yang selama hampir delapan tahun pemberontakan telah menewaskan sekitar 20 ribu orang di Nigeria timur laut.

Netsanet Belay, Direktur Riset dan Advokasi Amnesty untuk Afrika, mengatakan fasilitas tahanan barak Giwa harus segera ditutup dan semua tahanan harus dibebaskan atau diserahkan ke pihak berwenang sipil. Ia juga mengatakan, pemerintah Nigeria harus memberlakukan sistem yang menjamin keamanan dan kesejahteraan anak-anak yang dibebaskan dari penjara.

Militer Nigeria membantah temuan Amnesty. Juru bicara militer Rabe Abubakar mengatakan, mereka pernah memberi para pegawai Amnesty akses ke barak Giwa dan fasilitas-fasilitas lain di Nigeria timur laut tahun lalu, dan telah melakukan perubahan sesuai yang disarankan kelompok HAM tersebut. [ab/as]

XS
SM
MD
LG