Tautan-tautan Akses

Amnesty Desak Negara Balkan Selidiki Orang Hilang Karena Perang


Seorang perempuan Muslim Bosnia berdoa di koridor ruangan-ruangan tempat tahanan disiksa pada peringatan 20 tahun penutupan kamp penahanan Omarska di Bosnia dan Herzegovina awal Agustus. (Foto: Reuters)

Seorang perempuan Muslim Bosnia berdoa di koridor ruangan-ruangan tempat tahanan disiksa pada peringatan 20 tahun penutupan kamp penahanan Omarska di Bosnia dan Herzegovina awal Agustus. (Foto: Reuters)

Amnesty International mendesak pemerintah negara-negara Balkan menyelidiki nasib sekitar 14.000 orang yang hilang karena perang pada 1990an.

Amnesty International menyerukan agar pemerintah negara-negara di Balkan menyelidiki nasib sekitar 14.000 orang yang masih belum ditemukan sejak terjadi konflik di kawasan itu pada 1990-an.

Kelompok itu pada Rabu (29/8) mengatakan orang-orang yang hilang itu merupakan sumber kepedihan sehari-hari bagi para keluarga yang ingin mengetahui nasib mereka.

Direktur Program Amnesty untuk Eropa dan Asia Tengah, Jezerca Tigani, mengatakan meskipun sebagian mereka yang bertanggung jawab telah diadili di mahkamah kejahatan perang PBB untuk bekas Yugoslavia, pengadilan di Den Haag itu mendekati akhir mandatnya.

Ia mengatakan hambatan utama untuk membawa lebih banyak pelaku kejahatan ke pengadilan adalah "kurangnya kemauan politik di semua negara di kawasan itu."

Hampir 35.000 orang dilaporkan hilang sebagai akibat penghilangan paksa atau penculikan selama konflik yang mencabik-cabik bekas negara Yugoslavia itu.
XS
SM
MD
LG