Tautan-tautan Akses

Amerika Serukan Penyelesaian Diplomatik bagi Konflik Ukraina


Menteri Luar Negeri A John Kerry di Kyiv, 4 Maret 2014.

Menteri Luar Negeri A John Kerry di Kyiv, 4 Maret 2014.

Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry telah menyerukan penyelesaian diplomatik bagi krisis di Ukraina, dan mengecam keterlibatan Rusia di negara yang terpecah secara etnis dan ekonomi itu.

Kerry hari Selasa berbicara di Kyiv setelah bertemu dengan pejabat tinggi Ukraina dan mengunjungi tugu peringatan bagi demonstran yang tewas dalam bentrokan dengan pasukan keamanan sebelum Presiden Viktor Yanukovych tersingkir.

Sembari memuji warga Ukraina karena berdemonstrasi secara damai demi kebebasan, Kerry mengatakan pemerintah Ukraina sebelumnya memilih intimidasi sebagai upaya pertama. Ia juga mengecam Rusia karena mendukung pemerintah sebelumnya dan mengatakan Rusia akan meyakinkan rakyat bahwa pemerintah sementara yang kini berkuasa di Kyiv tidak sah.

Kerry mengatakan negara-negara Barat tidak menginginkan konfrontasi dan ia meminta agar Rusia membawa keprihatinannya ke badan-badan internasional seperti PBB. Ia mengatakan jika Rusia tidak memilih untuk menenangkan situasi lewat cara-cara diplomatik, Amerika dan mitra-mitranya tidak punya pilihan selain mengisolasi Russia secara politik dan ekonomi.

Sebelumnya hari Selasa, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan negaranya siap menggunakan semua opsi untuk melindungi warga Rusia di Ukraina. Ia juga berharap Rusia tidak perlu menggunakan kekerasan.

Dalam komentar publiknya yang pertama sejak presiden tersingkir Ukraina, Viktor Yanukovych lari dari Kyiv, Putin menyebut peralihan kekuasaan politik Ukraina kudeta yang melanggar konstitusi dan perebutan kekuasaan dengan menggunakan senjata dan mengatakan Yanukovych masih tetap pemimpin Ukraina yang sah, meskipun tidak akan punya kesempatan untuk terpilih kembali.

Komentar Presiden Putin hari Selasa keluar di tengah-tengah meningkatnya krisis karena kehadiran militer Rusia di kawasan Ukraina, Krimea. PBB dan sekutu Eropanya sedang mempertimbangkan sanksi terhadap Rusia karena gerakan tentaranya masuk ke Ukraina.
XS
SM
MD
LG