Tautan-tautan Akses

Amerika Serikat Kirim Utusan ke Sri Lanka


Asisten Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Nisha Biswal (Foto: dok).

Asisten Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Nisha Biswal (Foto: dok).

Washington segera mengambil langkah penting menuju pembinaan kembali hubungan dengan Sri Lanka dengan lawatan Asisten Menteri Luar Negeri Nisha Biswal, sejak terpilihnya Maithripala Sirisena sebagai presiden dalam pemilu 8 Januari lalu.

Kekalahan pemimpin otoritarian Sri Lanka, Mahinda Rajapaksa, yang mengejutkan, dan langkah awal pemerintahan baru Presiden Maithripala Sirisena dalam menghentikan represi, telah menimbulkan harapan bagi Amerika Serikat, bahwa negara pulau di Asia Selatan itu dapat menghidupkan kembali hubungan erat dengan Washington.

Di bawah Presiden Mahinda Rajapaksa, hubungan dengan China meningkat tajam, dengan investasi berat di pulau yang terletak strategis di jalur laut antara Teluk Persia dan Asia Timur.

Washington segera mengambil langkah penting menuju pembinaan kembali hubungan, dengan lawatan diplomat utama AS untuk Asia Selatan, Asisten Menteri Luar Negeri Nisha Biswal, sejak terpilihnya Maithripala Sirisena sebagai presiden dalam pemilu 8 Januari lalu.

Biswal yang tiba di Sri Lanka, hari Senin (2/2), mengatakan, tidak ada negeri di dunia yang membeli lebih banyak produk Sri Lanka daripada Amerika Serikat. Menteri Luar Negeri Sri Lanka, Mangala Samaraweera, diperkirakan akan mengunjungi Washington, akhir bulan ini.

Presiden Amerika Serikat Barack Obama menginginkan hubungan lebih erat dengan Sri Lanka dan kata para pejabat AS, pertanda awal memang menjanjikan.

XS
SM
MD
LG