Tautan-tautan Akses

AS Umumkan Pelonggaran Sanksi Terbatas atas Burma


Menlu AS Hillary Clinton (kiri) saat bertemu Presiden Burma Thein Sein di Naypyitaw awal Desember lalu (foto: dok). AS melonggarkan beberapa sanksi atas pemerintah Burma.

Menlu AS Hillary Clinton (kiri) saat bertemu Presiden Burma Thein Sein di Naypyitaw awal Desember lalu (foto: dok). AS melonggarkan beberapa sanksi atas pemerintah Burma.

Pelonggaran sanksi ini akan mempermudah pemerintah Burma memperoleh bantuan dari organisasi-organisasi Bank Dunia dan IMF.

Amerika Serikat telah melonggarkan satu dari banyak sanksi yang dikenakan terhadap Burma sebagai tanggapan atas reformasi demokrasi yang dilakukan pemerintah yang didukung militer itu.

Departemen Luar Negeri Amerika Senin malam mengatakan Amerika mencabut tentangannya terhadap penilaian tentang Burma oleh lembaga-lembaga keuangan internasional. Pencabutan itu akan mempermudah Burma memperoleh bantuan dari organisasi-organisasi Bank Dunia dan IMF.

Amerika mengatakan terdorong oleh reformasi demokrasi Burma baru-baru ini, termasuk keputusannya untuk mengizinkan pemimpin oposisi Aung San Suu Kyi mencalonkan diri dalam pemilu sela mendatang.

Komisi Pemilu Burma hari Senin memberi persetujuan resmi bagi pencalonan pemenang hadiah Nobel itu dalam pemilu parlemen bulan April.

Nicholas Farrelly, seorang analis Burma dari Australian National University mengatakan keputusan Amerika akan memberi semangat pada pemerintah Burma untuk terus melakukan reformasi.

Pemilu bulan April dipandang sebagai ujian penting apakah pemerintah sipil yang didukung militer di Burma bisa melanjutkan usahanya menuju demokrasi.

XS
SM
MD
LG