Tautan-tautan Akses

AS

Amerika Kembangkan Strategi Koalisi untuk Perangi ISIS


Presiden AS Barack Obama menjawab pertanyaan dalam konferensi pers di akhir KTT NATO di Celtic Manor Resort, Newport, Wales, 5 September 2014.

Presiden AS Barack Obama menjawab pertanyaan dalam konferensi pers di akhir KTT NATO di Celtic Manor Resort, Newport, Wales, 5 September 2014.

Pemerintahan Presiden Barack Obama mengembangkan strategi koalisi untuk memerangi Negara Islam atau ISIS yang mencakup keterlibatan serius di Irak, kendati kelompok militan itu telah merebut bagian-bagian Irak dan Suriah.

Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry dan Menteri Pertahanan Chuck Hagel mengatakan pembentukan pemerintahan baru dan inklusif di Irak merupakan langkah penting dalam upaya memerangi kelompok Negara Islam.

Dalam pernyataan bersama dari KTT NATO di Wales, Inggris, hari Jumat, dua menteri itu menguraikan rencana koalisi internasional yang meliputi pemberian dukungan militer kepada kelompok-kelompok yang dianggap sebagai mitra di Irak.

Presiden Obama kemudian mengatakan tiadanya pasukan yang efektif di Irak merupakan salah satu tantangan dalam perang melawan ISIS.

"Kita harus fokus pada satuan-satuan yang kapabel dan yang sudah berada di sana, menyokong mereka, mendukung upaya yang telah dilakukan Peshmerga atau pejuang Kurdi. Kita bisa mendukung mereka dari udara tapi pada akhirnya kita akan membutuhkan kekuatan yang tangguh di darat.”

Paul Pillar dari Pusat Studi Keamanan di Universitas Georgetown, Washington, D.C., mengatakan Amerika dan sekutu-sekutunya dapat bekerja dengan proses politik yang ada di Irak.

Dia mengatakan situasinya jauh berbeda dengan Suriah, di mana Amerika telah mengatakan bahwa pemerintah yang berkuasa harus digulingkan.

"Situasi yang sangat tidak nyaman di Suriah yang kita hadapi bersama sekutu-sekutu kita adalah bahwa tampaknya tidak ada cara yang baik untuk menghadapi ISIS di Suriah tanpa bekerja sama dengan rezim yang selama ini kita katakan harus digulingkan.”

Namun, Pillar tidak berpendapat bahwa suatu rencana koalisi yang terutama berfokus pada kelompok Negara Islam di Irak akan secara tidak sengaja membantu kelompok militan itu berkembang di Suriah.

“Saya tidak melihat efek negatif dari tujuan kita di Suriah dengan tindakan kita di Irak yang akan diarahkan terhadap ISIS karena jika kelompok itu dibuat lemah baik di Irak atau di Suriah, maka secara keseluruhan kelompok itu akan lemah terkait upaya mereka di kedua negara.”

Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Marie Harf hari Jumat mengatakan Amerika tidak punya rencana mengirim pasukan darat ke Suriah. Tapi ia mengatakan pemerintah Amerika telah menyatakan minat untuk mencari mitra-mitra yang efektif di lapangan untuk mengalahkan para militan.

Marie Harf juga mengatakan Menteri Luar Negeri John Kerry melakukan lawatan ke kawasan itu untuk menggalang dukungan tambahan bagi koalisi internasional.

XS
SM
MD
LG