Tautan-tautan Akses

Amerika, Iran Mulai Perundingan Nuklir Tahap Baru


Menteri Luar Negeri AS John Kerry berbicara dalam konferensi pers di Sharm el-Sheikh, 14 Maret 2015. (Foto: REUTERS/Brian Snyder)

Menteri Luar Negeri AS John Kerry berbicara dalam konferensi pers di Sharm el-Sheikh, 14 Maret 2015. (Foto: REUTERS/Brian Snyder)

Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry hari Minggu (15/3) berangkat ke Swiss untuk melakukan perundingan tahap baru dengan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Jawad Zarif.

Amerika, bersama lima negara berpengaruh dunia lain, sedang bernegosiasi dengan Iran untuk mencapai kesepakatan sementara terkait program nuklir Iran sebelum tenggat 31 Maret. Lima negara itu adalah Inggris, Perancis, Rusia, Tiongkok dan Jerman.

Berbicara hari Sabtu (14/3) di Mesir, Kerry mengatakan beberapa kemajuan telah tercapai tetapi “masih ada perbedaan serius dan pilihan penting yang harus diambil Iran agar bisa melangkah maju.”

Kerry mengatakan salah satu hambatannya adalah surat terbuka yang ditandatangani 47 senator Amerika dari Partai Republik. Ia menyebut surat itu, yang berisi peringatan bahwa presiden Amerika berikutnya bisa saja membatalkan kesepakatan nuklir itu, sebagai “campur tangan langsung” yang bisa membahayakan proses negosiasi dengan Iran.

Kerry mengatakan tidak akan meminta maaf kepada Menteri Zarif dalam pertemuan di Swiss. Katanya, “saya tidak akan meminta maaf atas tindakan yang tidak konstitusional dan tanpa pikiran oleh seseorang yang baru menjadi senator Amerika selama sekitar 60 hari.”

Kerry telah menegaskan bahwa Kongres Amerika tidak berhak mengubah kesepakatan antara para pemimpin negara.

Perundingan nuklir ini bertujuan agar Iran memperkecil skala program pengayaan nuklirnya dengan imbalan pelonggaran berbagai sanksi ekonomi yang telah menghambat pertumbuhan negara itu.

Dunia Barat curiga Iran hendak membuat senjata nuklir, tetapi Iran berkeras program nuklirnya bertujuan damai.

XS
SM
MD
LG