Tautan-tautan Akses

Amerika Ekspor Sumpit ke Tiongkok

  • Phillip Graitcer

Sumpit buatan perusahaan Georgia Chopsticks yang berlokasi di Americus, Georgia, diekspor ke Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan.

Sumpit buatan perusahaan Georgia Chopsticks yang berlokasi di Americus, Georgia, diekspor ke Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan.

Di AS, banyak produk, seperti kamera, komputer, dan telepon genggam, berlabel 'Buatan Tiongkok,' tapi, di negara bagian Georgia selatan, sebuah perusahaan kecil justru melawan arus dengan memproduksi sumpit dan mengekspornya ke Tiongkok.

Di sebuah daerah industri yang nyaris kosong di kota kecil Americus, sebuah perusahaan baru memproduksi sumpit untuk diekspor ke Tiongkok.

Jae Lee, warga Amerika keturunan Korea, pimpinan perusahaan Georgia Chopsticks, mengatakan pangsa pasar sumpit besar sekali. Sekitar sepertiga penduduk dunia menggunakannya. Jepang sendiri menggunakan sekitar 23 miliar sumpit yang dapat dibuang setahunnya.

“Saat ini kami memproduksi sekitar dua juta sumpit sehari. Tetapi, kami akan meningkatkan produksi. Akhir bulan ini, tujuh mesin baru yang kami pesan datang, sehingga bisa meningkatkan produksi sekitar empat juta sehari. Akhir tahun ini, kami akan memproduksi 10 juta sehari,” papar Lee.

Kebanyakan sumpit buatan Tiongkok, di mana ratusan perusahaan memproduksi 63 miliar sumpit setahunnya. Tetapi, perusahaan-perusahaan itu saat ini kekurangan kayu.

Americus kaya akan kayu, kata David Garriga, ketua dewan pembangunan ekonomi wilayah itu. “Negara bagian Georgia kaya akan sumber alam. Wilayah Pasifik, khususnya Tiongkok dan Jepang, kekurangan kayu, tetapi di sini melimpah ruah,” ujarnya.

Di Georgia tengah, pohon sweetgum dan poplar mudah tumbuh seperti alang-alang, dan kayu pohon-pohon itu cocok untuk membuat sumpit, karena kayu itu lentur, lurus, dan warnanya bagus. Itulah yang membuat sumpit Georgia disukai konsumen, khususnya karena kayu itu tidak perlu dipoles dengan bahan-bahan kimia atau pemutih, tidak seperti sumpit Asia.

Ada hal lain yang juga melimpah di Americus selain kayu, yaitu sumber daya manusia. Pernah menjadi kota industri, Americus kehilangan banyak lapangan kerja dalam dasawarsa 1970-an ketika banyak perusahaan berelokasi ke luar negeri. Namun, perusahaan Jae Lee menciptakan banyak lowongan kerja.

Ketika Georgia Chopsticks buka akhir tahun lalu, perusahaan tersebut menerima 450 lamaran kerja dalam dua minggu. Saat ini, 57 orang bekerja di pabrik itu, dan Lee berharap bisa meningkatkan produksi dan menambah 100 pegawai pada akhir tahun ini.

Semua sumpit yang diproduksi di perusahaan ini diekspor ke luar negeri di mana sumpit-sumpit itu dijual di pasar-pasar swalayan di Tiongkok, Korea, dan Jepang. Saat ini, Georgia Chopsticks belum bisa memenuhi seluruh permintaan atas produknya.

Sejak Georgia Chopsticks mulai berproduksi, Garriga telah dihubungi oleh banyak pengusaha Amerika keturunan Asia yang tertarik untuk membuka perusahaan-perusahaan jenis lain di Americus.

Jadi, sumpit mungkin merupakan salah satu daftar panjang produk yang diekspor ke Asia, buatan Americus, Amerika.

XS
SM
MD
LG