Tautan-tautan Akses

AS dan Portugal Kecam Rencana Permukiman Israel di Yerusalem Timur


Menteri Luar Negeri Portugal Paulo Portas (kiri) dan Menteri Luar Negeri Amerika Hilary Rodham Clinton mengecam langkah Israel atas pembangunan permukiman Yahudi (27/9).

Menteri Luar Negeri Portugal Paulo Portas (kiri) dan Menteri Luar Negeri Amerika Hilary Rodham Clinton mengecam langkah Israel atas pembangunan permukiman Yahudi (27/9).

Menteri Luar Negeri Amerika dan Portugal mengecam pembangunan perumahan Yahudi di Yerusalem Timur dan menyebut langkah tersebut kontra-produktif.

Menteri Luar Negeri Hillary Clinton dan Menteri Luar Negeri Portugal Paulo Portas hari Selasa mengecam rencana Israel untuk membangun 1.100 unit perumahan Yahudi di Yerusalem Timur. Langkah Israel itu diambil kurang dari sepekan setelah peluncuran upaya Kuartet Timur Tengah untuk memulai kembali perundingan langsung dan mencegah konfrontasi terkait permohonan Palestina untuk menjadi anggota PBB.

Dalam jumpa pers bersama Menteri Luar Negeri Portugal, Menteri Luar Negeri Hillary Clinton menyatakan kekecewaan atas langkah Israel yang disebutnya kontra-produktif: “Sejak lama kami mendesak kedua pihak agar tidak melakukan sesuatu yang merusak kepercayaan, termasuk dan mungkin terutama di Yerusalem, tindakan apapun yang dapat dianggap provokatif oleh pihak lain.”

Portugal adalah anggota tidak tetap Dewan Keamanan dan akan menjadi pemain kunci dalam menanggapi permohonan Palestina yang diajukan hari Jumat itu.

Menteri Luar Negeri Paulo Portas tidak mau menegaskan sikap Portugal dalam pemungutan suara Dewan Keamanan mengenai permohonan Palestina itu, dan hanya mengatakan bahwa Portugal ingin perundingan langsung Israel Palestina segera dilaksanakan sesuai saran Kuartet.

“Setelah pernyataan Kuartet itu, ada peluang riil bagi perundingan. Karena ada peluang riil bagi perundingan, kita harus menghindari langkah-langkah yang bertentangan dengan perundingan. Itu berarti, langkah Israel itu merugikan,” ujar Menlu Portas.

Portas mengatakan, jika perundingan langsung kembali dilakukan, Portugal akan mendukung peningkatan status Palestina sebagai pengamat di PBB.

Kuartet yang terdiri dari Amerika, PBB, Uni Eropa dan Rusia, mendesak kedua pihak agar kembali ke meja perundingan dalam 30 hari untuk mencapai kemajuan mengenai perbatasan dalam tiga bulan, dan perjanjian akhir pada akhir tahun 2012.

Menteri Clinton mengatakan, persetujuan mengenai perbatasan akan mencegah terulangnya pertikaian mengenai kegiatan pembangunan permukiman Israel.

“Jika ada perundingan yang menetapkan perbatasan, pertanyaan mengenai di mana orang melakukan pembangunan sudah terselesaikan. Tanpa perundingan seperti itu, akan selalu ada persepsi di kedua pihak bahwa pihak yang lain tidak mau berunding,” kata Clinton.

Jumpa pers di Kementerian Luar Negeri Amerika itu juga meliput krisis ekonomi Portugal, dengan Clinton memuji program penghematan Portugal dan Portas menyatakan bahwa negaranya akan berhasil menangani masalah hutang yang dihadapi.

XS
SM
MD
LG