Tautan-tautan Akses

Amerika dan Australia Pertanyakan Kasus Rabies di Bali

  • Muliarta

Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Bali belum terpengaruh kasus rabies.

Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Bali belum terpengaruh kasus rabies.

Pemerintah Amerika dan Australia meminta keterangan tentang kasus rabies di Bali. Walaupun begitu, belum ada satu pun negara yang memberlakukan peringatan bepergian ke Bali akibat kekhawatiran akan rabies.

Penularan rabies yang meluas di Bali mulai mengundang pertanyaan dari beberapa negara. Terutama negara yang warganya cukup banyak berkunjung ke Bali, seperti Amerika dan Australia. Ketua Asosiasi Biro Perjalanan Wisata (ASITA) Bali All Purwa pada keteranganya Minggu sore di Denpasar, menyatakan pertanyaan tentang perkembangan rabies di Bali disampaikan pemerintah Amerika dan Australia melalui konsulat mereka di Bali dan disampaikan langsung kepada pemerintah provinsi Bali maupun kepada Asita Bali.

All Purwa menegaskan sikap pemerintah Amerika dan Australia merupakan sikap yang wajar sebagai bentuk kekhawatiran dari negara terhadap keselamatan warganya. Selain itu, beberapa biro perjalanan juga sempat mempertanyakan kasus perkembangan rabies di Bali, tapi sampai saat ini belum ada biro perjalanan wisata yang membatalkan atau mengalihkan kunjungan. Begitu juga sampai saat ini belum ada negara yang memberlakukan peringatan untuk tidak berkunjung ke Pulau Dewata ini akibat kasus rabies.

“Semua orang khawatir dan boleh saja dia khawatir dengan apa saja, namanya manusia. Dia mau berlibur, dia mau aman. Tapi, sampai saat ini yang menyatakan secara resmi saya batal karena rabies tidak ada,” jelas All Purwa.

Pemerintah provinsi Bali sedang berusaha menangani kasus rabies agar tidak mengganggu bisnis pariwisata di sana.

Pemerintah provinsi Bali sedang berusaha menangani kasus rabies agar tidak mengganggu bisnis pariwisata di sana.

Sedangkan Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengungkapkan bahwa untuk mengantisipasi penularan rabies yang lebih meluas, pemerintah provinsi Bali telah melakukan langkah vaksinasi dan eleminasi. Tercatat hampir 200.000 ekor anjing telah divaksinasi dan sekitar 100.000 ekor anjing lainnya telah dibinasakan. Menurut Pastika, permasalahannya saat ini adalah dari sekitar 500.000 ekor populasi anjing di Bali, hampir setengahnya hidup secara liar

“Sedikit sekali yang dipelihara di rumah-rumah. Oleh karena itu, gerakan vaksinasi dan eliminasi harus terus kita jalankan,” kata Made Mangku Pastika.

Sementara berdasarkan data Dinas Pariwisata Bali, walaupun terjadi kasus rabies, namun tingkat kunjungan wisatawan ke Bali terus mengalami peningkatan. Dibandingkan periode Januari-Juli tahun lalu, kunjungan wisatawan tahun ini meningkat 12 persen, mencapai sekitar 1,4 juta wisatawan. Peningkatan kunjungan masih didominasi oleh wisatawan Australia yang jumlahnya meningkat 50,8 persen, atau sekitar 340.000 wisatawan. Sedangkan Amerika meningkat tiga persen atau bertambah sekitar 30.000 wisatawan.

XS
SM
MD
LG