Tautan-tautan Akses

AS

Amerika Berduka atas Penembakan di SD Sandy Hook, Connecticut


Bendera Amerika di atas Gedung Putih dikibarkan setengah tiang untuk mengenang para korban penembakan di Sekolah Dasar Sandy Hook, Newtown, Connecticut (14/12).

Bendera Amerika di atas Gedung Putih dikibarkan setengah tiang untuk mengenang para korban penembakan di Sekolah Dasar Sandy Hook, Newtown, Connecticut (14/12).

Ratusan pelayat berdatangan ke sebuah gereja di Newtown, Connecticut, Jumat malam (14/12) menumpahkan rasa duka atas para korban penembakan di Sandy Hook, Newtown di negara bagian Connecticut.

Tayangan televisi menunjukkan ratusan orang sedang memenuhi halaman gereja, sementara masyarakat dan bangsa berusaha memahami lingkup tragedi ini. Ratusan pelayat berdatangan ke sebuah gereja di Newtown, Connecticut, Jumat malam (15/12) menumpahkan rasa duka atas kematian 20 anak dan enam orang dewasa, yang dibantai oleh laki-laki bersenjata di sebuah sekolah dasar.

"Kekejian mengunjungi komunitas ini hari ini," demikian ungkapan Gubernur Dannel Maloy menanggapi tragedi itu. Sebelumnya di Washington, Presiden AS Barack Obama, dengan menitikkan airmata, mengungkapkan kesedihannya saat mengungkapkan “Kebanyakan dari yang tewas ini adalah anak-anak – anak-anak cantik berusia antara lima dan 10 (tahun). Padahal mereka memiliki sebuah masa depan dihadapan mereka ….”

Pidatonya diucapkan beberapa jam setelah tragedi penembakan terjadi di sekolah dasar Sandy Hook, Newtown di negara bagian Connecticut, sebuah kampung kecil sekitar 130 kilometer sebelah timur laut Kota New York. Berbagai lokasi seperti di Milwaukee, Wisconsin, Minneapolis, Minnesota dan Los Angeles menggelar doa bersama untuk para korban penembakan.

Para saksi mengungkapkan pria umur 20 tahun berseragam militer hitam memasuki sekolah itu pagi hari, menembaki murid-murid dan dua guru mereka di dua kelas. Sebuah senapan militer laras panjang ditemukan dalam mobil penembak, yang diidentifikasi bernama Adam Lanza. Dia tewas di lokasi kejadian karena menembak dirinya sendiri. Dua pistol semi-otomatik ditemukan di dekatnya.

Pihak berwenang belum mengungkapkan apa motif pria bersenjata berusia 20 tahun yang melakukan penembakan masal yang menewaskan 20 anak kecil dan enam orang dewasa di sebuah sekolah dasar di Newtown, Connecticut.

Menurut pihak berwenang, penembak itu membunuh ibunya sendiri di rumahnya di mana ia tinggal, dan kemudian mengemudikan mobil ibunya ke sekolah itu. Para saksi mengatakan, ia melepaskan tembakan tanpa berkata-kata.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG