Tautan-tautan Akses

AS

Pejabat AS: Amerika Akan Laksanakan Persetujuan Nuklir dengan Iran


Penasihat Wapres AS Colin Kahl.

Penasihat Wapres AS Colin Kahl.

Colin Kahl mengatakan bahwa jika Iran mematuhi kewajibannya, AS akan mematuhi kewajibannya dan buktinya adalah dalam pelaksanaannya.

Penasihat keamanan nasional Wakil Presiden Amerika Joe Biden mengatakan hari Selasa (15/9) bahwa meskipun pihak oposisi berusaha keras menjelek-jelekkan kesepakatan nuklir dengan Iran, Amerika akan tetap melaksanakan persetujuan tersebut.

“Kita akan melaksanakan persetujuan itu,” kata Colin Kahl kepada VOA. “Jika Iran mematuhi kewajibannya, kita akan mematuhi kewajiban kita dan saya kira buktinya adalah dalam pelaksanaannya.”

Faksi Republik dalam Kongres dengan kuat menentang persetujuan yang dicapai bulan Juli itu antara Iran dan kelompok yang mencakup Amerika, Inggris, China, Perancis, Rusia dan Jerman.

Para anggota Kongres mempunyai waktu 60 hari untuk meninjau kembali persetujuan itu dan melakukan pemungutan suara untuk menerima atau menentang persetujuan, tetapi faksi Republik sejauh ini gagal dalam upaya mereka mengajukan resolusi untuk menolaknya.

Beberapa tokoh Republik yang mencalonkan diri untuk pemilihan presiden tahun depan juga telah mengatakan mereka akan berusaha mengubah atau menolak persetujuan tersebut.

Sebagai imbalan pembatasan program nuklirnya, Iran akan menerima keringanan sanksi berdasarkan persetujuan itu. Tetapi, Kahl menekankan bahwa sanksi-sanksi yang dicabut adalah sanksi yang dikenakan karena kegiatan nuklir Iran. Sedangkan sanksi-sanksi yang dikenakan karena pelanggaran hak asasi manusia dan terorisme akan tetap berlaku.

Sementara itu, Iran bersiap-siap untuk kunjungan Yukiya Amano, kepala badan pengawas nuklir PBB, yang akan ditugasi untuk mengawasi persetujuan itu pekan ini.

Pemimpin nuklir Iran, Ali Akbar Salehi mengatakan Senin malam setelah pertemuannya dengan Amano di Wina bahwa kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA) itu akan pergi ke Teheran. IAEA tidak mengukuhkan kunjungan itu, dengan hanya mengatakan bahwa mereka sedang melakukan pembicaraan dengan Iran mengenai pelaksanaan persetujuan tersebut dan bahwa kunjungan Amano sedang dipertimbangkan.

Di samping persetujuan internasional itu, Iran mencapai persetujuan terpisah bulan Juli dengan IAEA mengenai peta-jalan menuju penyelesaian masalah yang sudah lama mengenai kemungkinan dimensi militer program nuklir Iran.

Iran sejak lama sudah membantah negara itu berusaha membuat senjata nuklir, dan berkeras programnya adalah untuk tujuan damai seperti penelitian medis dan pembangkitan listrik.

IAEA akan mengeluarkan laporan terakhir mengenai penyelidikannya sebelum tanggal 15 Desember, dan hanya setelah PBB puas dengan persetujuan antara Iran dan enam negara kuat dunia, persetujuan itu dapat diteruskan dengan pelaksanaan pencabutan sanksi.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG