Tautan-tautan Akses

AS

Obama Hapus Sanksi-sanksi Terhadap Myanmar


Para pekerja di pabrik garmen di Yangon, Myanmar.

Para pekerja di pabrik garmen di Yangon, Myanmar.

Sanksi-sanksi tersebut, yang diberlakukan 20 tahun yang lalu itu, melarang perusahaan-perusahaan Amerika berhubungan dengan 100 pebisnis yang terkait dengan junta militer.

Presiden AS Barack Obama telah menghapuskan sanksi terhadap Myanmar karena menurutnya, negara itu telah membuat kemajuan substantif dan mendorong demokrasi.

Obama menandatangani perintah eksekutif itu Jumat (7/10) yang membatalkan deklarasi sebelumnya yang menyebut Myanmar sebagai ancaman terhadap keamanan nasional Amerika.

Sejak pemilihan umum bersejarah November lalu yang menyebabkan partai oposisi memenangkan mayoritas kursi di parlemen, presiden mengatakan, situasi di Myanmar sudah berubah signifikan, termasuk kebebasan lebih besar untuk rakyatnya serta pembebasan banyak tahanan politik.

Obama bulan lalu berjanji akan menghapus sanksi-sanksi, ketika pemimpin sipil Myanmar Aung San Suu Kyi berkunjung ke Gedung Putih.

Sanksi-sanksi tersebut, yang diberlakukan 20 tahun yang lalu itu, melarang perusahaan-perusahaan Amerika berhubungan dengan 100 pebisnis yang terkait dengan rezim militer Myanmar, dan ini juga berlaku untuk investor asing yang mempergunakan layanan finansial Amerika.

Seratus pebisnis itu adalah taipan-taipan Myanmar yang memiliki konglomerasi dan mendominasi perdagangan, perbankan, industri ekstraktif, industri pertanian, pariwisata dan penerbangan. [jm]

XS
SM
MD
LG