Tautan-tautan Akses

Amazon Menuntut Penulis Ulasan Bayaran


Amazon (Foto: dok.)

Amazon (Foto: dok.)

Pernahkan Anda melihat sebuah produk dijual di situs penjualan online Amazon.com yang seluruh ulasan atau reviewnya diberi nilai 'bintang lima' alias sempurna? Banyak konsumen Amazon lama mencurigai, review-review tersebut adalah ulasan palsu alias bayaran. Dan ternyata memang benar demikian.

Banyaknya ulasan atau review palsu ini Amazon akhirnya menempuh jalur hukum dengan melayangkan gugatan lewat pengadilan di negara bagian Washington, tempat Amazon bermarkas. Setidaknya seribu lebih orang dituduh menulis ulasan bernada memuji untuk imbalan uang, melanggar ketentuan netralitas ulasan di Amazon.

Analis menilai, memang sudah patutnya Amazon bertindak. Pengamat bisnis teknologi dari majalah "Business Insider' Jillian D'Onfro mengatakan, "Bila orang terlalu sering membaca ulasan yang terlihat palsu di Amazon, maka mereka tidak akan mempercayai lagi Amazon dan Amazon akan kehilangan keunggulannya selama ini."

Banyak pembeli ulasan menawarkan 'jasa' mereka lewat situs pertukaran jasa informal seperti Fiverr. Mereka menawarkan review lima bintang bila diberi imbalan lima dolar (sekitar Rp 670 ribu). Pemilik Fiverr sendiri berdalih, situs ini menghapus postingan dari pengguna yang melanggar hukum termasuk melanggar pedoman netralitas ulasan di Amazon. Sementara Amazon sendiri menyatakan tidak menggugat Fiverr, melainkan pengguna Fiver secara individu.

"Upaya hukum Amazon dengan gugatan ini akan mengurangi jumlah ulasan palsu", kata D'Onfro.

Meski demikian, ia tidak terlalu heran bahwa review lima bintang begitu dicari oleh produsen dan penulis buku.

"Penjual lewat Amazon selalu berkata bahwa ulasan baik bisa menentukan mati hidup mereka", D'Onfro menjelaskan, "Bila mereka mendapat ulasan dengan bintang rendah (jelek) maka ini bisa merusak pasaran".

Sementara seorang pengusaha di Florida yang banyak berhubungan dengan ulasan online memberi tips untuk menghindari calon pembeli tertipu ulasan bayaran. Taylor Wallace menyarankan untuk mengklik nama pemberi ulasan yang di Amazon selalu punya profil dan riwayat ulasan-ulasan sebelumnya.
"Bila ia hanya menulis dua atau tiga ulasan dan semuanya memuji-muji setinggi langit, Anda patut curiga", kata Wallace.

Selain itu, bila kurang yakin dengan ulasan di Amazon, jangan lupa melirik situs-situs lainnya sebagai perbandingan.

Tambah Wallace, "Saya selalu baca CNET untuk barang elektronik. Lalu Consumer Reports, Consumer Reviews.

Bukan hanya Amazon yang bermasalah dengan review palsu, situs ulasan Yelp (yang lebih banyak mengulas bisnis jasa seperti restoran dan hotel) juga pernah menghadapi review palsu. Review tersebut bahkan ada yang ditulis pesaing bisnis yang ingin menjatuhkan perusahaan lawan. Tetapi bila ketahuan, Yelp juga memblokir pengguna yang melanggar.

Tonton juga liputan video berikut ini.

XS
SM
MD
LG