Tautan-tautan Akses

Aliansi Global Desak Donor Internasional Tingkatkan Bantuan bagi Penyediaan Vaksin

  • Vidushi Sinha

Aliyatu Abdulai (kanan), petugas Klinik Kesehatan Ibu dan Anak di Sierra Leone, sedang memvaksinasi sorang anak di desa Sembehun. Sierra Leone adalah salah satu negara yang mendapat program bantuan pendanaan vaksin dari GAVI.

Aliyatu Abdulai (kanan), petugas Klinik Kesehatan Ibu dan Anak di Sierra Leone, sedang memvaksinasi sorang anak di desa Sembehun. Sierra Leone adalah salah satu negara yang mendapat program bantuan pendanaan vaksin dari GAVI.

GAVI, sebuah konsorsium kesehatan pemerintah-swasta, meminta dana 3,75 milyar dolar bagi pengadaan vaksin untuk 4 juta anak-anak di seluruh dunia.

Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi (GAVI), sebuah konsorsium kesehatan pemerintah-swasta, meminta dana sebesar 3,75 milyar dolar kepada para donor internasional untuk membantu menyediakan vaksin yang dapat menyelamatkan nyawa empat juta anak-anak di seluruh dunia sebelum tahun 2015.

Organisasi-organisasi kesehatan internasional mengatakan vaksin menyelamat nyawa dua juta orang tiap tahun, dan mungkin akan bisa menyelamatkan nyawa dua kali jumlah itu jika vaksin tersebut lebih mudah diperoleh anak-anak di negara-negara berkembang.

Dalam waktu 10 tahun mendatang, Yayasan Bill dan Melinda Gates dan Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi, yang dikenal sebagai GAVI, berharap akan mengimunisasi lebih banyak anak-anak di dunia terhadap penyakit-penyakit menular utama dan menurunkan angka kematian anak-anak. Untuk mempercepat kemajuan dalam pengembangan dan pengiriman vaksin, yayasan Gates telah mencanangkan "Dekade Vaksin" baru.

Nicole Bates, yang bekerja di Yayasan Bill dan Melinda Gates, mengatakan, “Jika kita mempercepat usaha kita dalam bidang-bidang penemuan, pengembangan, dan pengiriman vaksin, kita bisa membuat vaksin-vaksin ini tersedia untuk lebih banyak orang secara lebih cepat dan itu berarti nyawa orang bisa diselamatkan, orang-orang lebih sehat dan ada keuntungan lain disamping kesehatan.”

Perusahaan-perusahaan obat besar mengumumkan dua pekan lalu bahwa mereka akan menyediakan vaksin dengan harga lebih murah bagi negara-negara miskin. Para dokter mengatakan bahwa dengan menyediakan vaksin pentavalen untuk penyakit-penyakit mematikan seperti difteri, tetanus, pertussis, hepatitis B, dan influenza Haemophilus tipe B, lebih dari 6 juta jiwa bisa diselamatkan sebelum tahun 2020. GAVI membantu membayar pembiayaan vaksin ini di 72 negara berpendapatan rendah.

David Ferreira yang bekerja di GAVI mengatakan dalam beberapa kasus biaya produksi bisa dipotong 67 persen per dosis.

“Sangat penting mengatur dan mematok harga vaksin sedemikian rupa pada tingkat tertentu, sehingga vaksin tersebut benar-benar terjangkau dan mudah diperoleh, dan bahwa kita bisa punya pasar vaksin yang benar-benar global, bukan hanya pasar yang melayani negara-negara kaya saja,” ujar Ferreira.

Para pakar mengatakan biaya untuk menyediakan vaksin baru ke pasar berkisar antara 500 juta dolar sampai 1 milyar dolar. Biaya tersebut naik, sementara berkembang berbagai penyakit jenis baru.

Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa vaksin tidak hanya menyelamatkan jutaan jiwa, tetapi juga milyaran dolar dalam biaya pengobatan dan hilangnya produktivitas ekonomi. Penelitian itu juga menyebutkan dari sudut ekonomi keuntungannya bisa bernilai milyaran dolar.

Pemerintah-pemerintah dan sektor swasta terus meningkatkan kerjasama untuk menyediakan vaksin di pasar. Vaksin-vaksin untuk melawan meningitis A dan radang paru-paru kini tersedia di negara-negara miskin dengan harga kurang dari 50 sen per dosis. GAVI mengatakan lebih banyak vaksin hanya dapat disediakan apabila pendanaan tersedia.

XS
SM
MD
LG