Tautan-tautan Akses

Aktris Hollywood Desak Turis Kunjungi Nepal

  • Associated Press

Aktris Susan Sarandon dalam sebuah acara PBB di Roma, Italia. (Foto: Dok)

Aktris Susan Sarandon dalam sebuah acara PBB di Roma, Italia. (Foto: Dok)

Gempa telah memicu kekhawatiran bahwa turis akan menjauh dari Nepal, negara miskin yang banyak warganya bergantung pada pariwisata sebagai mata pencaharian.

Aktris Hollywood peraih Oscar, Susan Sarandon, mendesak para turis untuk datang ke Nepal, tempat dua gempa dahsyat terjadi bulan lalu yang menewaskan ribuan orang dan menimbulkan kekhawatiran bahwa industri pariwisata yang vital bagi negara tersebut dapat terluka parah.

Sarandon sedang berada di Nepal selama lima hari, tinggal dengan para biksuni Kung-fu yang terkenal di sebuah biara Buddhis dan kemudian di sebuah panti asuhan yang hancur dalam salah satu gempa.

"Penting untuk menekankan bahwa pada musim gugur, ketika musim monsoon berakhir, orang-orang seharusnya membuat pemesanan sekarang jika mereka ingin membantu dan ingin datang dan berkunjung karena sangat, sangat penting untuk mempertahankan lapangan pekerjaan di sini," ujar Sarandon, Minggu (24/5), ketika meresmikan kampanye untuk membangun 201 pondok untuk para warga desa di luar ibukota Kathmandu yang kehilangan rumahnya dalam salah satu gempa.

"Saya kira gelombang berikutnya adalah untuk berpikir bahwa Nepal bukanlah bencana yang terus berulang, tapi negara yang telah menemukan jalan keluar dan memiliki monumen yang tidak jatuh dan banyak daerah cantik yang masih aman dilalui," ujarnya.

Gempa berkekuatan 7,8 Skala Richter melanda Nepal pada 25 April, menewaskan sedikitnya 8.490 orang. Gempa berkekuatan 7,3 SR pada 12 Mei menewaskan 158 orang. Hampir 17.000 orang terluka dalam dua gempa tersebut.

Nepal, yang memiliki delapan dari gunung-gunung tertinggi di dunia, dikunjungi sekitar setengah juta turis setiap tahun, banyak diantaranya berjalan ke jalur pegunungan Himalaya.

Gempa-gempa baru-baru ini telah memicu kekhawatiran bahwa turis akan menjauh dari Nepal, negara miskin yang banyak warganya bergantung pada pariwisata sebagai mata pencaharian.

XS
SM
MD
LG