Tautan-tautan Akses

Aktor Pemenang Oscar Dorong Perdamaian, Rekonsiliasi

  • Penelope Poulou

Forest Whitaker (kiri) bersama Oprah Winfrey dalam pemutaran perdana "Lee Daniels' The Butler" di Los Angeles, Agustus 2013.

Forest Whitaker (kiri) bersama Oprah Winfrey dalam pemutaran perdana "Lee Daniels' The Butler" di Los Angeles, Agustus 2013.

Forest Whitaker menjadi duta UNESCO dan mendirikan yayasan untuk mendorong perdamaian dan rekonsiliasi di wilayah-wilayah konflik di AS, Amerika Latin dan Afrika.

Aktor pemenang Academy Award menggunakan ketenarannya di tingkat internasional untuk mendorong perdamaian dan rekonsiliasi di wilayah-wilayah konflik di Afrika dan Amerika Latin dan daerah-daerah miskin di Amerika Serikat. Ia juga bertugas sebagai duta UNESCO untuk Perdamaian dan Rekonsiliasi.

Whitaker mengatakan ia kesulitan memahami sebab-sebab konflik sejak ia masih anak-anak di Los Angeles.

"Pertama kali saya mencoba memahaminya ketika sepupu saya, yang juga teman sekamar, pergi berperang ke Vietnam. Dan ketika ia kembali, ia menjadi orang yang berbeda," kenangnya.

Konflik ada di sekitarnya. Saat tumbuh dewasa, ia mengatakan menyaksikan pertumbuhan geng di Amerika dan ia tidak bisa masuk beberapa sekolah karena terlalu berbahaya.

Tapi baru pada 2005, ketika main dalam drama "The Last King of Scotland,” dimana ia memenangkan Oscar untuk aktingnya sebagai diktator Uganda Idi Amin, Whitaker melihat bagaimana sebuah negara hancur karena perang saudara. Dan ia memutuskan bertindak untuk menolong korban kekerasan, dimulai dengan anak-anak yang menjadi tentara.

Pada 2012, ia mendirikan Inisiatif Perdamaian dan Pembangunan Whitaker, untuk mendorong pertumbuhan dan rekonsiliasi pada komunitas-komunitas miskin. Bekerja dengan organisasi-organisasi dan para ahli internasional, organisasinya mendorong melek baca di Uganda Utara, Sudan Selatan dan Meksiko.

Whitaker mengatakan upayanya mulai dengan pendidikan. Sekali orang belajar suatu keahlian dan kemampuan lainnya, mereka tidak lagi terlalu rentan kekerasan karena mereka fokus pada sesuatu yang konstruktif.

Orang-orang di Sudan Selatan belajar menggunakan komputer melalui pusat-pusat teknologi yang baru dibangun. Di daerah lainnya di negara itu, organisasi Whitaker memberdayakan anak-anak muda untuk membangun jembatan dan jalan yang penting untuk mendapatkan air, makanan dan sumber-sumber daya alam lainnya.

Whitaker mengatakan orang-orang dari suku-suku yang berbeda -- seringkali pejuang -- belajar bekerja sama demi masyarakat.

Di Tijuana, Meksiko, Yayasan Whitaker untuk Perdamaian dan Pembangunan membantu anak muda keluar dari jerat narkoba. Di Uganda utara, organisasi Whitaker mengajari bekas tentara anak-anak untuk mengatasi trauma yang menghanui dan mencegah mereka bergerak maju.

Whitaker sering berkunjung ke negara-negara ini untuk mempengaruhi para pemimpin politik. Ia mengatakan akan terus membuat film, tapi ia yakin bekerja untuk perdamaian dan pembangunan adalah panggilan hati sebenarnya.

XS
SM
MD
LG