Tautan-tautan Akses

Aktivis Tunanetra Tinggalkan Kedubes AS, Pindah ke Lokasi Aman


Chen Guangchen (kanan) beserta anaknya Chen Kerui dan istrinya YUan Weijing (kiri) di provinsi Shadong, Tiongkok (Foto: dok).

Chen Guangchen (kanan) beserta anaknya Chen Kerui dan istrinya YUan Weijing (kiri) di provinsi Shadong, Tiongkok (Foto: dok).

Pejabat Amerika mengatakan bahwa pemerintah Tiongkok telah setuju untuk memindahkan Chen Guancheng ke sebuah lokasi aman di Tiongkok, Rabu (2/5).

Para pejabat Amerika mengatakan, seorang pembangkang tunanetra yang melarikan diri dari tahanan rumah ke Kedubes Amerika di Beijing telah meninggalkan fasilitas itu untuk mendapatkan perawatan medis dan dipertemukan kembali dengan keluarganya. Pejabat itu mengatakan Chen tidak meminta suaka politik di Amerika.

Menteri Luar Negeri Amerika Hillary Clinton mengatakan ia senang para pejabat Amerika dapat memfasilitasi kehadiran dan kepergian Chen dari Kedubes Amerika dengan cara yang mencerminkan pilihan Chen dan nilai-nilai Amerika.

Clinton berada di Beijing untuk pembicaraan dua hari mengenai keamanan dan ekonomi tingkat tinggi yang akan dimulai Kamis. Sebelumnya,kantor berita resmi pemerintah Tiongkok Xinhua melaporkan mengenai kepergian Chen dari Kedubes Amerika, Rabu (5/2). Xinhua mengatakan, Chen telah berada di fasilitas itu selama enam hari sebelum akhirnya pergi atas keinginan sendiri.

Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Rabu, menuntut permintaan maaf Amerika karena menampung Chen, dengan menyebut tindakan itu sebagai campur tangan yang tidak dapat diterima terhadap urusan Tiongkok. Kementerian itu juga mengatakan, Washington harus memberi jaminan bahwa tidak akan ada pembangkang lain yang diberi pengungsian.

Sebuah editorial di suratkabar Partai Komunis, Global Times, mengatakan insiden Chen tidak akan mempengaruhi hubungan Tiongkok-Amerika.
XS
SM
MD
LG