Tautan-tautan Akses

Aktivis: Polisi China Tembak Demonstran Tibet, Puluhan Cedera


Polisi paramiliter China berbaris di wilayah otonomi Tibet (foto: dok). Aktivis Tibet menuduh polisi China menembaki demonstran.

Polisi paramiliter China berbaris di wilayah otonomi Tibet (foto: dok). Aktivis Tibet menuduh polisi China menembaki demonstran.

Para aktivis Tibet mengatakan polisi China melepaskan tembakan dalam konfrontasi dengan demonstran di wilayah otonomi Tibet di China dan mencederai 60 orang.

Sumber-sumber Tibet setempat dan di pengasingan memberitahu Radio Free Asia (RFA) bahwa insiden tersebut terjadi hari Minggu (6/10) di kota Biru di kabupaten Naqu.

Mereka mengatakan banyak yang cedera ditembak pada kaki dan lengan ketika polisi melepas tembakan ke arah kerumunan orang yang menuntut pembebasan seorang pemimpin demonstrasi.

Polisi China menahan aktivis Dorje Draktsel, minggu lalu karena menolak perintah pejabat agar warga Tibet mengibarkan bendera China di rumah-rumah mereka untuk memperingati hari nasional China 1 Oktober.

RFA mengutip sumber-sumber yang mengatakan sebagian orang yang cedera dalam insiden hari Minggu itu jatuh pingsan ketika polisi menembakkan gas air mata sementara banyak yang cedera tidak mendapat layanan medis yang memadai dari pihak berwenang.

Kelompok HAM yang berkantor di London, Free Tibet juga melaporkan 60 orang cedera dalam penumpasan polisi terhadap demonstrasi di Biru itu. Kelompok itu juga mengatakan pemerintah China mengirim ribuan pekerja ke wilayah itu bulan lalu untuk memaksa warga Tibet menunjukkan kesetiaan pada Partai Komunis yang berkuasa.

Pemerintah Tibet di pengasingan di kota Dharamsala mengeluarkan sebuah pernyataan menuduh China menekan warga Tibet dengan langkah-langkah “seperti yang terjadi dalam tahun-tahun Revolusi Kebudayaan” pada tahun 1960 dan 1970-an.

Juru bicara kementrian luar negeri China mengatakan tidak mengetahui laporan kerusuhan di Biru itu.
XS
SM
MD
LG