Tautan-tautan Akses

Aktivis Jawa Timur: Hentikan Tindak Kekerasan Terhadap Pegiat Anti Korupsi

  • Petrus Riski

Aksi keprihatinan di depan gedung negara Grahadi di Surabaya, Kamis 22 Januari 2015, atas penembakan aktivis anti korupsi di Bangkalan, Madura (Foto: VOA/Petrus)

Aksi keprihatinan di depan gedung negara Grahadi di Surabaya, Kamis 22 Januari 2015, atas penembakan aktivis anti korupsi di Bangkalan, Madura (Foto: VOA/Petrus)

Peristiwa penembakan oleh orang tidak dikenal terhadap aktivis anti korupsi di Bangkalan, Madura, menimbulkan keprihatinan sejumlah pada aktivis dan kelompok masyarakat di Jawa Timur.

Puluhan orang yang tergabung dalam Koalisi Anti Kekerasan mengutuk keras aksi kekerasan dan penembakan terhadap aktivis anti korupsi oleh orang tidak dikenal, yang dianggap mengembalikan gaya orde baru di masa sekarang.

Koordinator Koalisi Anti Kekerasan, Wawan Hendriyanto mengatakan, kejadian penembakan terhadap aktivis anti korupsi Mathur Husairi merupakan bukti adanya campur tangan penguasa, yang tidak ingin persoalan korupsi atau kesalahan kebijakannya menjadi sorotan publik.

“Yang terjadi di Bangkalan apa, kita semua sudah tahu, dan apa yang dilakukan oleh Mathur Husairi adalah mengkritisi kebijakan-kebijakan pemerintahan Bangkalan. Karena tidak mungkin yang lain apa penyebabnya marena Mathur ini hanya seorang aktivis biasa, dia tidak terlibat hal-hal yang lain yang harus membahayakan, harus pakai tembak. Kalau kejadiannya Mathur ini dibacok bisa jadi hal biasa di Madura sebagai tradisi, tapi ini ditembak,” kata Wawan Hendriyanto, Koordinator Koalisi Anti Kekerasan.

Edi Firmanto dari Jaringan Rakyat Peduli Keadilan mengatakan polisi harus bertindak tegas terhadap pelaku kekerasan maupun penembakan terhadap aktivis, agar tidak terjadi peristiwa serupa di kemudian hari.

“Harapan kami khususnya kita kepada Polri selaku penegak hukum, garda terdepan untuk urusan keamanan, bisa menuntaskan kasus-kasus Mathur Husairi juga kasus-kasus yang terdahulu. Ini kan masih banyak sebenarnya kasus-kasus kekerasan yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab kepada teman-teman aktivis,” kata Edi Firmanto, Jaringan Rakyat Peduli Keadilan.

Selain meminta polisi mengusut tuntas kasus ini, Fachri selaku Wakil Ketua Madura Corruption Watch berharap, Mathur Husairi cepat sembuh untuk membantu pengungkapan motif serta pelaku penembakan itu.

“Kesembuhan dari mas Mathur ini adalah menjadi hal yang terpenting untuk yang utama, sehingga barangkali nanti karena ini adalah pada waktu itu mas Mathur sendirian, barangkali mas Mathur bisa mengenali pelaku, karena menurut informasi yang diterima saat itu adalah sangat dekat antara jarak mas Mathur dengan pelaku," kata Fachri.

"Kalau urusan penuntasan perkara ini kami pasrahkan kepada pihak Kepolisian, sejauh mana Kepolisian ini akan mengungkap ini, ini menjadi kewajiban dan kewenangan mutlak pihak yang berwajib,” lanjutnya.

XS
SM
MD
LG