Tautan-tautan Akses

Aktivis Pro Tibet Imbau Tekanan Internasional terhadap Tiongkok


Para bhiksu Tibet melakukan doa bersama bagi seorang korban aksi bunuh diri di lokasi kremasi jenazahnya di biara kota Rongwo (foto: dok).

Para bhiksu Tibet melakukan doa bersama bagi seorang korban aksi bunuh diri di lokasi kremasi jenazahnya di biara kota Rongwo (foto: dok).

Direktur kelompok HAM 'Free Tibet' mengatakan aksi bunuh diri hari Selasa di provinsi Sichuan menunjukkan bahwa imbauan warga Tibet untuk merdeka “sangat jelas”.

Kelompok HAM Free Tibet yang berpusat di London mengatakan kematian biarawan Tibet dalam demonstrasi bakardiri di Tiongkok barat laut, hari Selasa akan menyebabkan tekanan internasional terhadap Beijing untuk “membiarkan warga Tibet memutuskan sendiri masa depan mereka”.

Dalam sebuah pernyataan tertulis, direktur Free Tibet Stephanie Brigden mengatakan aksi bunuh diri Lobsang Lozin hari Selasa di provinsi Sichuan menunjukkan bahwa imbauan warga Tibet untuk merdeka “sangat jelas”.

Para aktivis melaporkan lebih dari 40 kasus bunuh diri sejak tahun 2009 oleh warga Tibet yang memprotes apa yang dianggap sebagai kebijakan pemerintah Tiongkok yang menekan. Beberapa aksi pembakaran diri itu mengakibatkan kematian.

Aktivis Tibet mengatakan Lobsang Lozin membakar dirinya di sebuah biara di wilayah Ngaba dan Qiang dan berjalan menuju kantor pemerintah setempat sembari meneriakkan slogan-slogan. Perwakilan biara Tsodun Kirti mengatakan bahwa biarawan itu tidak bisa berjalan jauj sebelum ia jatuh dan tewas terbakar.

Para aktivis memasang foto di internet untuk menunjukkan Lobsang Lozin yang terbakar. Dua biarawan lainnya dari biara yang sama meninggal setelah membakar diri tanggal 30 maret. Biara itu merupakan salah satu yang terbesar di kawasan itu dengan 300 lebih biarawan.

Tidak ada komentar langsung mengenai insiden itu dari pemerintah Tiongkok. Tiongkok telah mengatakan warga Tibet menikmati kebebasan beragama dan standar hidup yang lebih tinggi karena pembangunan ekonomi Tiongkok.
XS
SM
MD
LG