Tautan-tautan Akses

AS

Aktivis Gunakan Tekanan Sebaya untuk Tingkatkan Partisipasi Pemilih


Para pemilih dalam pemilihan awal di negara bagian Indiana (5/11). (Foto: AP)

Para pemilih dalam pemilihan awal di negara bagian Indiana (5/11). (Foto: AP)

Para aktivis menggunakan data publik mengenai catatan pemilih untuk meningkatkan partisipasi dalam pemilu AS tahun ini.

Para kelompok yang ingin menaikkan jumlah pemilih dalam pemilihan umum di Amerika menggunakan surat massal yang menunjukkan apakah penerima surat tersebut memilih dalam pemilu baru-baru ini, dan membandingkannya dengan catatan memilih para tetangga mereka. Tekanan teman sebaya ini diharapkan akan mendorong orang untuk memilih.

Surat-surat dari kelompok-kelompok Americans for Limited Government dan MoveOn.org, masing-masing beraliran kanan dan kiri, telah dikirim pada jutaan pemilih terdaftar di seluruh Amerika menggunakan catatan pemilihan publik, sesuatu yang mengejutkan beberapa orang.

“Katanya itu legal,” ujar Claire Fricke, warga Cincinnati, Ohio, yang menerima surat tersebut, berikut suaminya.

“Saya tidak tahu apa makna dan tujuannya.”

Fricke, 79, mengatakan ia terdaftar secara independen dan surat tersebut memperlihatkan data pemilihan dalam pemilu-pemilu presiden terakhir dan catatan pemilihan empat tetangganya.

Fricke mengatakan surat itu salah menyebutkan bahwa ia tidak memilih pada 2008, namun secara akurat mencatat data pemilihan suaminya. Seorang putranya di Indiana juga mendapat surat serupa, ujarnya.

Americans for Limited Government mengirim surat pada 2,75 juta orang di 19 negara bagian “untuk meningkatkan partisipasi dalam proses elektoral,” ujar direktur komunikasi Rich Manning.

Manning mengatakan kelompok itu tidak mendapat masukan negatif dari penerima surat. Ia tidak mengatakan bagaimana orang-orang tersebut diseleksi.

"Kami mendesak para pemilih ini untuk menggunakan hak pilih mereka,” ujar Manning.
Sally Kristel, wakil direktur dewan pemilu di Hamilton County, Ohio, mengatakan ia telah menjelaskan pada beberapa pemilih bahwa catatan mereka dalam mencoblos adalah data publik.

“Kami mendapat beberapa telepon terkait hal ini, namun tidak ada yang panik sejauh ini,” ujar Kristel.

MoveOn.org berencana mengirim 12 juta “rapor” untuk “pemilih potensial progresif” di negara-negara bagian kunci dan distrik kongresional yang membandingkan catatan pemilihan mereka dengan rata-rata tetangga. Nilai mencerminkan suara yang diberikan oleh penghuni alamat yang sama pada pemilu-pemilu sebelumnya.

Kerry Bell, 33, pemilih independen terdaftar dari Akron, Ohio, menerima surat dari MoveOn.org minggu lalu.

"Saya mencoblos empat kali dalam empat pemilu terakhir, jadi saya kira catatan saya bagus. Saya mendapat banyak sekali surat sampai tidak pernah saya lihat lagi,” ujar Bell. (Reuters/Kim Palmer)
XS
SM
MD
LG