Tautan-tautan Akses

Aktivis Cilik AS Kampanyekan Bebas Sedotan untuk Kurangi Limbah Plastik


Data menunjukkan bahwa lebih dari 500 juta sedotan sekali pakai digunakan di Amerika setiap harinya. (Foto: Ilustrasi)

Data menunjukkan bahwa lebih dari 500 juta sedotan sekali pakai digunakan di Amerika setiap harinya. (Foto: Ilustrasi)

Seorang aktivis cilik di Amerika mengkampanyekan gerakan bebas sedotan untuk mengurangi limbah sedotan plastik.

Milo Cress, bocah sembilan tahun, mungkin adalah aktivis lingkungan Amerika termuda. Ia memulai gerakan "Be Straw Free," atau “Bebas Sedotan,” sebuah organisasi nirlaba dengan misi mengurangi penggunaan dan limbah sedotan plastik sekali pakai di masyarakat.

Milo berinisiatif untuk mengimbau para pemilik restoran untuk menawarkan sedotan kepada para pelanggan dan bukan secara otomatis meletakkannya dalam minuman yang telah mereka sajikan.

Menurut perkiraan yang diberikan oleh produsen sedotan plastik, lebih dari 500 juta sedotan plastik sekali pakai digunakan di Amerika setiap harinya. Beberapa kelompok lingkungan yakin perkiraan itu rendah karena tidak mencakup sedotan yang melekat pada kotak jus dan susu, yang dibagikan di kafetaria sekolah dan yang dimasukkan ke dalam kotak makan siang setiap harinya.

Misi Milo adalah untuk mengurangi penggunaan dan limbah sedotan menjadi sampah atau tertumpuk di tempat pembuangan sampah selama ratusan tahun.

Inisiatif lingkungan Milo ini, menurut O'Dale Cress, ibu Milo, telah menerima pengakuan yang luas dan perhatian di Amerika.

“Mereka ingin hal serupa di Australia di mana anak-anak memulai gerakan yang sama. Milo mendapat undangan dari 10 atau 15 negara yang berbeda, anak-anak, pramuka, kelompok lingkungan, sekolah, dan berbagai pihak di seluruh dunia. Dewasa dan anak-anak, mengatakan, mereka benar-benar ingin menerapkan hal sama di tempat mereka,” ujar O’Dale Cress.

Di Burlington, Vermont, Walikota Bob Kiss bertemu Milo untuk membahas kerja sama menjadikan Burlington sebagai “kota pertama bebas sedotan plastik di Amerika.” Kebijakan telah diberlakukan dimana pelayan restoran harus menawarkan sedotan dan tidak secara otomatis melengkapi minuman dengan sedotan.

Di kota Burlington, pemilik restoran lokal bergabung dengan gerakan "Be Straw Free" dan baru-baru ini Asosiasi Restoran Nasional menerima kebijakan sedotan yang baru ini.

Supemarket punya kebijakan sama dan pembeli ditawarkan "mau kantong kertas atau plastik?" Milo ingin bar dan restoran juga bertanya "pakai sedotan atau tidak?" Atau, lebih baik lagi, ia ingin semua orang untuk meminta sedotan kertas, bukan sedotan plastik sebagai standar praktek umum, karena setiap orang di Amerika akan menggunakan setidaknya 38.000 sedotan antara usia lima sampai 65 tahun.
XS
SM
MD
LG