Tautan-tautan Akses

Aktivis China Tuduh Polisi Shanghai Abaikan UU


Aktivis HAM Feng Zhenghu mengecam polisi China yang menyita barang-barang pribadi dari rumahnya di Shanghai (foto: dok).

Aktivis HAM Feng Zhenghu mengecam polisi China yang menyita barang-barang pribadi dari rumahnya di Shanghai (foto: dok).

Seorang aktivis HAM China mengecam pihak polisi yang menyita barang-barang pribadi dari rumahnya di Shanghai antara bulan April 2010 dan Desember 2012.

Seorang aktivis HAM China mengatakan, pihak polisi yang menyita barang-barang pribadi dari rumahnya di Shanghai telah melanggar aturan hukum yang didukung oleh pemerintah China.

Dalam sebuah wawancara telepon dengan VOA hari Senin (7/10), Feng Zhenghu menyerukan penyelidikan atas penyitaan barang-barang dalam 11 kali penggerebekan polisi di rumahnya antara bulan April 2010 dan Desember 2012.

Feng berkata ia mengalami kerugian keuangan akibat hilangnya kekayaan yang disita, mencakup 16 komputer dan beberapa telepon. Ia mengatakan polisi telah mengabaikan undang-undang yang mengharuskan polisi untuk mengembalikan barang-barang itu dalam waktu 30 hari setelah penyitaan.

Feng berkata ia telah berkali-kali menuntut pengembalian barangnya. Ia mengatakan polisi mengabaikan permintaannya. Pihak berwenang China belum berkomentar tentang kasus aktivis tersebut.

Feng mengatakan ia telah diawasi ketat oleh polisi terkait kegiatan HAM-nya sejak tahun 2010, ketika pemerintah China mengizinkannya pulang dari Bandara Narita Tokyo, di mana ia terjebak selama tiga bulan.
XS
SM
MD
LG