Tautan-tautan Akses

Aktivis Bahrain Dituntut setelah Kirim Surat ke Harian AS


Bahrain, Nabeel Rajab, telah ditahan sejak pertengahan Juni lalu (foto: dok).

Bahrain, Nabeel Rajab, telah ditahan sejak pertengahan Juni lalu (foto: dok).

Aktivis terkemuka Bahrain, Nabeel Rajab, dituduh menerbitkan “pernyataan dan berita palsu, serta isu yang berbahaya, yang merongrong citra negara.

Sebuah kelompok pemerhati Bahrain mengatakan aktivis terkemuka negara itu – Nabeel Rajab – telah dituduh menerbitkan “pernyataan dan berita palsu, serta isu yang berbahaya, yang merongrong citra negara kerajaan itu,” sehari setelah suratnya dipublikasikan di suratkabar New York Times.

Bahrain Institute for Rights and Democracy melaporkan tuduhan-tuduhan terhadap Nabeel Rajab itu hari Senin (5/9).

“Surat dari Penjara Bahrain” yang ditulis Nabeel Rajab dan dipublikasikan hari Minggu (4/9) itu menuduh Bahrain menempatkan ‘’warganya ke penjara, menyiksa dan bahkan menjatuhkan hukuman mati karena memperjuangkan demokrasi’’.

Nabeel Rajab telah ditahan sejak pertengahan Juni lalu karena kecamannya terhadap perang Arab Saudi di Yaman dan kondisi para tahanan di penjara Jaw, Bahrain.

Kantor berita yang dikelola pemerintah “Bahrain News Agency” melaporkan tuduhan itu tetapi menambahkan bahwa sewaktu diinterogasi “tertuduh” membantah adanya kaitan apapun antara dirinya dengan apa yang ditulis di bawah namanya dan dimuat oleh New York Times itu. [em]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG