Tautan-tautan Akses

Aktivis Anti Korupsi Luncurkan Situs Ensiklopedia Korupsi Pertama di Indonesia


Korupedia, situs yang diluncurkan oleh aktivis anti korupsi di Indonesia.

Korupedia, situs yang diluncurkan oleh aktivis anti korupsi di Indonesia.

Para aktivis antikorupsi di Indonesia meluncurkan "Korupedia", situs jejaring sosial yang mempublikasikan kasus-kasus korupsi di tanah air.

Para aktivis antikorupsi di Indonesia untuk pertamakalinya berinisiatif mendokumentasikan para koruptor secara abadi melalui sebuah situs jejaring sosial, bernama Korupedia. Pendirian situs antikorupsi tersebut bertujuan, agar pelaku dan kasus-kasus korupsi di tanah air tidak mudah dilupakan oleh masyarakat.

Sekretaris Jenderal Transparency International Indonesia (TII) Teten Masduki mengatakan di Jakarta Selasa malam (12/6), dipilihnya media online untuk mempublikasikan para koruptor, salah satunya bertujuan agar lebih mudah diakses oleh publik, siapapun, dimanapun dan kapanpun.

“Teman-teman (pegiat antikorupsi) yang mengambil inisiatif untuk membuat Korupedia ini. Ini baru gagasan awal, kami menganggap ini akan terus kita kembangkan,” demikian kata Teten Masduki, saat peluncuran website Korupedia di Jakarta.

Lebih jauh Teten mengatakan, para pegiat antikorupsi yang tergabung dalam Transparency International Indonesia membangun secara sukarela situs yang berisikan ensiklopedia korupsi di Indonesia, atau lebih tepatnya sebuah ensiklopedia tentang koruptor.

Situs Korupedia beralamat lengkap www.korupedia.org . Para aktivis mengatakan Korupedia, merupakan inisiatif sukarela dari masyarakat yang menginginkan Indonesia terbebas dari tindak kejahatan korupsi yang terus semakin memprihatinkan.

Peluncuran situs Korupedia di Jakarta (13/6).

Peluncuran situs Korupedia di Jakarta (13/6).

Turut hadir dalam peluncuran website Korupedia tersebut, jajaran pejabat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), beberapa anggota DPR RI, para akademisi, perwakilan LSM dan mahasiswa fakultas hukum sejumlah kampus di ibukota.

Salah seorang pegiat antikorupsi, Heru Hedratmoko yang ikut menggagas berdirinya situs tersebut mengatakan, selain mendokumentasikan para koruptor secara abadi, kehadiran situs Korupedia bertujuannya agar kasus-kasus korupsi tidak mudah dilupakan oleh masyarakat.

“Ini semacam sanksi tambahan dengan menampilkan orang-orang yang pernah divonis terlibat kasus korupsi, agar mereka tak mengulangi lagi di kemudian hari,” jelas Heru.

Heru menambahkan, kehadiran situs Korupedia diharapkan dapat memberi edukasi dan informasi yang lebih lengkap bagi generasi muda untuk menjadikan kejahatan tersebut sebagai sebuah pembelajaran.

Pihak pengelola website Korupedia mengatakan, dalam situs tersebut juga akan menampilkan semua wacana korupsi di media online atau lembaga sosial.Terkait sumber data dalam situs Korupedia, juga berasal dari putusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap .

Situs Korupedia juga dilengkapi dengan tautan berita terkait isu korupsi di Indonesia, terutama semua data yang telah diverifikasi, sehingga cukup layak dipublikasikan.

Beberapa warga Jakarta, merespon beragam peluncuran situs tentang koruptor, Korupedia.

“Gimana ya mengungkap tuntas kasus-kasus (korupsi) yang besar, contohnya jangankan buronan kasus BLBI (Bantuan Likuiditas Bank Indonesia), bupati kepala daerah saja sampai sekarang susah ditangkap," demikian ungkap Anto (27) karyawan swasta di Jakarta.

Lia (31 tahun) ibu rumah tangga di kawasan Menteng, Jakarta, memberikan masukan terkait tampilan website. “Lebih lanjut Korupedia.org ini (diharapkan bisa menampilkan) siapa-siapa saja koruptor yang sudah masuk didalamnya, supaya (dapat memberi) gambaran bagi publik,” harapan Lia.

Pengamat mengatakan, inisiasi pendirian situs online yang berisi daftar para koruptor, merupakan sebuah monumen abadi atau prasasti, atau “peringatan”, agar publik dapat memetik pelajaran, bahwa kejahatan korupsi telah membuat rakyat Indonesia menderita. Situs Korupedia diharap lebih mudah saat diakses masyarakat.

Sampai sekarang, Indonesia masih masuk daftar sepuluh negara terkorup di dunia. Laporan organsiasi antikorupsi Transparency International (TI) yang berkantor pusat di Berlin, Jerman menyebutkan baru-baru ini, indeks persepsi korupsi Indonesia tahun 2011 lalu, belum mencerminkan perubahan yang berarti dalam pemberantasan korupsi.

Tahun 2011 lalu, indeks persepsi korupsi Indonesia adalah tiga dengan peringkat 100, yang menempatkan Indonesia berada dalam satu kelompok dengan negara-negara yang digolongkan terkorup di dunia seperti, Argentina, Benin, Burkina Faso, Madagaskar, Suriname dan Tanzania.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG