Tautan-tautan Akses

Aksi Protes Warga Malaysia Berlanjut Meski Diancam Kekerasan


Polisi Malaysia siaga di sebuah TPS saat warga memberikan suara dalam pemilu di Pekan, negara bagian Pahang (foto: ilustrasi).

Polisi Malaysia siaga di sebuah TPS saat warga memberikan suara dalam pemilu di Pekan, negara bagian Pahang (foto: ilustrasi).

Sebuah kampanye menuntut reformasi politik di Malaysia akan diteruskan dengan menggelar rapat umum besar-besaran pada 19 November mendatang.

Sebuah kampanye utama untuk menuntut reformasi politik dan elektoral Malaysia akan diteruskan dengan menggelar rapat umum besar-besaran pada 19 November mendatang, meskipun ada tekanan dari pemerintah serta ancaman dan kekerasan terhadap para pendukung kampanye tersebut.

Maria Chin, ketua Bersih 2.0, koalisi 62 LSM yang menyerukan pemilu bebas dan adil di Malaysia, menyatakan, kampanye ini mencakup konvoi di berbagai penjuru Malaysia yang dimulai pada 1 Oktober lalu untuk mempromosikan rapat umum tersebut dan seruan bagi reformasi sebelum acara 19 November.

Tetapi konvoi Bersih itu dicemari sejumlah insiden kekerasan, yaitu serangan-serangan terhadap konvoi dan perkelahian dengan para pendukung kelompok kaus merah pro-Melayu.

Maria Chin bersama dengan Ambiga Sreenevasan, presiden National Human Rights Society, dan Mandeep Singh, seorang staf Bersih, semuanya mendapat ancaman pembunuhan. Selain itu, mobil salah seorang anak Chin diperciki cat merah dan darah ayam.

Tetapi Chin, dalam wawancara dengan VOA, mengabaikan ancaman-ancaman tersebut dan meminta polisi Malaysia agar menegakkan hukum dan memelihara ketertiban.

Chin juga mengesampingkan klaim Deputi PM Malaysia Amad Zahid Hamidi, yang mengatakan Bersih tidak diizinkan menggelar kampanye karena tidak tercatat dalam Daftar Organisasi Masyarakat.

Seorang pemimpin utama gerakan kaus merah, Jamal Mohamad Yunos, yang juga tokoh dari Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) yang berkuasa, sempat ditahan setelah serangan-serangan terhadap konvoi Bersih.

Sejak itu Yunos dikabarkan telah mengancam akan mengerahkan 300 ribu anggota gerakan kaus merah untuk mencegah Bersih melangsungkan kampanyenya. [lt]

XS
SM
MD
LG