Tautan-tautan Akses

Aksi Kekerasan Hingga Penembakan Resahkan Warga Solo

  • Yudha Satriawan

Polisi Polresta Solo tengah memeriksa mobil korban aksi penembakan, Rabu siang, 18 Juni 2014 (Foto: VOA/Yudha)

Polisi Polresta Solo tengah memeriksa mobil korban aksi penembakan, Rabu siang, 18 Juni 2014 (Foto: VOA/Yudha)

​Kepala kepolisian Solo, Kombes Iriansyah, mengatakan aksi penembakan terjadi di perbatasan Solo dan Karanganyar, Selasa tengah malam (17/6).

Selama tiga hari belakangan ini, terjadi aksi kekerasan hingga aksi penembakan di Solo. Warga di Solo mengaku mulai resah dan khawatir.

Sebuah mobil warna hitam penuh dengan lubang peluru bekas tembakan tampak terparkir di halaman Polresta Solo, Rabu siang (18/6). Beberapa petugas forensik kepolisian memeriksa detail kondisi mobil yang penuh dengan lubang tembakan tersebut.

Mobil berplat nomor AB 1110 TE warna hitam tampak lubang dan retakan pada kaca samping kanan dan kiri serta lubang di kaca depan posisi sopir. Mobil tersebut milik Denny Nur, Pimpinan ormas kepemudaan di Solo. Sedangkan korban luka tembak, Juli Siswanto, sudah menjalani pengobatan di Rumah Sakit. Juli menjadi korban luka akibat aksi penembakan ini.

Kepala kepolisian di Solo, Kombes Iriansyah, mengatakan aksi penembakan terjadi di perbatasan Solo dan Karanganyar, Selasa tengah malam (17/6). Menurut Iriansyah, selain sasaran mobil tersebut, seorang warga terluka akibat aksi penembakan sekelompok orang tak dikenal.

“Informasi yang kita terima dari korban, dia dihadang dua orang berboncengan sepeda motor. Dan langsung melakukan penembakan saat merapat ke mobil tersebut di bagian samping, kanan dan kiri, sebanyak dua kali tembakan. Kemudian korban berusaha memacu mobilnya dan kemudian pelaku menembak lagi kena bagian kaca depan mobil," jelas Kombes Iriansyah.

"Korban kemudian berteriak maling, dan para pelaku langsung dihadang warga, saat seorang warga sempat memegang salah satu pelaku, kemudian pelaku menembak lengan seorang warga tersebut, tidak mengenai tulang hanya tembus saja. Pelaku melarikan diri," tambah Kapolres Solo.

Pihak kepolisian menemukan dua selongsong peluru kaliber 9 milimeter di TKP pertama dan satu selongsong peluru di TKP kedua.

Salah seorang petugas Rumah Sakit Brayat Minulya Solo yang enggan disebutkan namanya mengatakan korban penembakan tidak menjalani rawat inap. Setelah menjalani pengobatan luka tembak, pasien tersebut memilih pulang.

Tak hanya aksi penembakan terjadi di Solo, kelompok ormas Islam di Solo dengan komunitas Slanker di Solo terjadi konflik saat Car Free Day atau Hari bebas Kendaraan, Minggu (15/6). Aksi pengrusakan dan pemukulan terjadi saat komunitas Slanker menggelar pentas musik di lokasi Car Free Day.

Salah seorang anggota Slanker Solo mengalami luka di wajah dan sempat melaporkan kejadian ini ke polisi. Juru bicara Polresta Solo, AKP Sis Raniwati mengatakan konflik tersebut berakhir damai.

“Baik laporan resmi dari korban ke kami, kita langsung memanggil korlap koordinator lapangan ormas Islam dan komunitas Slanker, berkaitan dengan kejadian yang ada di Car free Day hari Minggu kemarin, tepatnya di depan halte BRI Slamet Riyadi Solo," ,” kata Sis Raniwati.

Kaitan dengan hal tersebut, tambah Sis Raniwati, saat ini untuk penyelesaian perkaranya dimediasi, kemudian sama-sama saling menerima. "Penyelsaian kasus ini kan tidak harus ke pengadilan atau lewat jalur hukum. Keduanya, baik korban dan pelaku, bisa disepakati solusi ini,” lanjutnya.

Aksi kekerasan yang terjadi akhir-akhir ini di Solo tersebut, membuat para warga di Solo resah. Salah seorang warga, Iswara Bagus, berharap kondisi keamanan di Solo kembali pulih. “Akhir-akhir ini aksi sangat meresahkan, karena keamanan di Solo menjadi kurang kondusif. Semoga kasus ini segera terungkap dan tidak terulang lagi. Solo menjadi aman lagi, warga tidak khawatir atau was-was lagi,” harapnya.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG