Tautan-tautan Akses

Ratusan Warga Ciamis Jalan Kaki ke Jakarta untuk Ikut Aksi Damai 212

  • R.Teja Wulan

Para ulama dan pemimpin pondok pesantren di Ciamis memimpin rombongan peserta aksi damai untuk melanjutkan perjalanan dari Bandung ke Jakarta (1/12). (VOA/R. Teja Wulan)

Para ulama dan pemimpin pondok pesantren di Ciamis memimpin rombongan peserta aksi damai untuk melanjutkan perjalanan dari Bandung ke Jakarta (1/12). (VOA/R. Teja Wulan)

Saat ditemui VOA di Jalan Soekarno-Hatta Bandung, beberapa peserta dalam rombongan ini mengatakan yakin akan sampai ke Jakarta, Jumat besok.

Para peserta Aksi Damai 2 Desember 2016 yang berjalan kaki dari kota asalnya di Ciamis, Jawa Barat, melanjutkan perjalanan dari Bandung ke Jakarta Kamis (1/12) pagi.

Ratusan orang ini disambut oleh warga Kota Bandung yang telah berbaris di sepanjang jalan yang dilalui para peserta aksi. Warga bahkan menyediakan makanan dan minuman yang diletakkan di pinggir jalan, untuk para peserta aksi damai tersebut, yang yakin dapat sampai ke Jakarta dan bergabung bersama ratusan ribu orang lainnya untuk melakukan aksi damai di Lapangan Monas, Jumat besok.

Aksi itu adalah untuk memprotes Gubernur Jakarta Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama, yang dituduh menistakan agama Islam karena ucapannya yang merujuk pada al-Quran, khususnya Surat al-Maidah ayat 51 terkait pemimpin non-Muslim.

Para peserta yang berjalan kaki itu memasuki Bandung Rabu sore. Di Bandung, mereka menginap semalam di beberapa lokasi yang disediakan oleh pemerintah provinsi Jawa Barat.

Selain dari Ciamis, para peserta aksi yjuga berasal dari Kabupaten Garut, Kabupaten Bandung, dan Kota Bandung. Mereka ikut bergabung saat rombongan asal Ciamis melintasi daerah mereka.

Saat ditemui VOA di Jl. Soekarno-Hatta, Bandung, beberapa peserta dalam rombongan ini mengatakan yakin akan sampai ke Jakarta Jumat besok.

“Dengan keyakinan kita, tekad kita yang sudah bulat, kami akan tetap melajutkan perjalanan sampai ke Jakarta. Kami hanya menuntut keadilan dari pemerintah. Itu saja," ujar seorang pria bernama Ahmad.

Peserta lain, Agus Mulyana, mengatakan ia akan jalan terus, "karena pada prinsipnya kita harus sampai di aksi 212 di Monas. Tuntutan kita jelas. Tangkap, adili, dan penjarakan Ahok sesuai dengan hukum yang berlaku di negara ini. Jangan coba-coba menuduh orang Islam yang menyuarakan suara hatinya didasari keimanan dan ketakwaan disebut makar. Sama sekali tidak. Ini adalah aksi bela Islam.”

Ani, seorang warga yang ikut menyediakan makanan bagi para peserta aksi ini mengatakan, ia merasa terharu dengan perjuangan yang dilakukan orang-orangtersebut.

”Semoga Allah melindungi mereka, karena mereka tahu betul apa yang mereka perjuangkan. Saya nggak bisa memberi sesuatu yang lebih, hanya bisa mendoakan, semoga perjuangan yang mereka lakukan senantiasa diridhoi Allah dan mendapatkan hasil seperti apa yang mereka inginkan. Kalau saya mampu, saya juga ingin seperti mereka. Tapi dengan kemampuan yang terbatas, hanya ini yang bisa saya lakukan. Makanan ini nggak seberapa lah," ujarnya.​ [hd]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG