Tautan-tautan Akses

Ajang Pesta Rakyat Jakarta Dibuka di Silang Monas


Seorang pedagang kerak telor tengah mempersiapkan dagangannya di ajang Pesta Rakyat Jakarta yang dibuka Wagub DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (14/6).

Seorang pedagang kerak telor tengah mempersiapkan dagangannya di ajang Pesta Rakyat Jakarta yang dibuka Wagub DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (14/6).

Pemprov Jakarta menyelenggarakan Pekan Produk Kreatif Daerah Jakarta 2013, ajang Pesta Rakyat Jakarta, di silang Monas, Jumat malam.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok usai membuka Pekan Produk Kreatif Daerah (PPKD) Jakarta 2013 di Lapangan Silang Monas Jakarta Jumat malam (14/6) menjelaskan, untuk tahap awal Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hanya menargetkan adanya kesempatan bagi pelaku usaha kecil serta produk kreatif bisa memasarkan produknya tanpa bayar alias gratis.

Untuk target selanjutnya tambah Ahok, Pemprov DKI Jakarta ingin merangkul para Pedagang Kaki Lima, supaya tidak berjualan di badan jalan sehingga memacetkan arus lalu lintas. Pemprov DKI menurut Ahok berencana akan membuka areal Monas untuk pedagang kecil berjualan gratis.

“Monas harus dibuka sepanjang tahun setiap hari. Tahun ini kita pelajari sekaligus men-design, kira-kira gimana kalau kita buka toko-toko di bawah tanah. Jika selesai tahun ini maka tahun depan dimulai pembangunan parkiran dan toko-toko dibawah Monas. Baru namanya rakyat Jakarta bisa menikmati pesta rakyat. Ini kita khususnya buat pedagang kecil. Tapi kalau dia sudah mampu, kita persilakan keluar dan beri kesempatan buat yang lain,” kata Ahok.

Sebelumnya, Ahok menyatakan Pekan Raya Jakarta (PRJ) akan jadi pasar rakyat dengan memindahkan PRJ ke lapangan silang Monas. PRJ juga akan diambil alih pemprov DKI dari JIExpo yang biasa menyelenggarakan tiap tahunnya di Kemayoran Jakarta, dan melarang penggunaan logo dan nama PRJ.

Beberapa mahasiswa Universitas Gunadarma Jakarta, ikut serta dalam acara ini. Mereka menampilkan beberapa karya kreatif diantaranya berupa Alat Prediksi Banjir berbasis Mikrokontroler dan Website. Alfisahri salah seorang mahasiswa menjelaskan, alat prediksi banjir ini memberikan peringatan kepada warga akan adanya banjir. Alfi berharap Pemprov DKI Jakarta bisa menggunakan alat ini.

Alat Prediksi Banjir berbasis Mikrokontroler dan Website karya mahasiswa Universitas Gunadarma dalam ajang PRJ.

Alat Prediksi Banjir berbasis Mikrokontroler dan Website karya mahasiswa Universitas Gunadarma dalam ajang PRJ.



“Kita kasih peringatan dini atau early warning di daerah mana yang bakal terjadi banjir. Alat ini akan mengeluarkan peringatan 10 hingga 15 menit sebelum terjadi banjir. Sehingga penduduk di daerah itu bisa mengurangi kerugian yang ditimbulkan akibat banjir itu. Harapannya ini bisa dimanfaatkan oleh pemprov DKI untuk kebaikan rakyat Jakarta dan sekitarnya,” papar Alfisahri.

Sementara itu, sejarawan JJ Rizal kepada VOA berharap Pemprov DKI mempunyai keberanian mengembalikan PRJ seperti halnya semasa Gubernur Ali Sadikin, meski harus berhadapan nantinya dengan kalangan pebisnis.

“Kalau Jokowi kemudian menggugat PRJ telah mendurhakai ide awalnya yang harusnya menampilkan produk lokal dan produk nasional, menurut saya itu betul. PRJ selama ini sudah menjadi ajang bisnis. Bahkan kita makan kerak telor aja, kerak telor termahal di seluruh planet itu ya di PRJ. Rp 25.000. Dari harga Rp 5000 sampai Rp 7.000 biasanya. Saya yakin betul memang ada perputaran uang besar di PRJ. Maka saya yakin niat Jokowi akan dapat tantangan. Tapi kalo Jokowi terinspirasi oleh bang Ali, walaupun keputusan itu tidak popular dan mengandung bahaya karena harus berhadapan dan bentrok dengan pebisnis, Jokowi harus punya keberanian punya kecerdasan bagaimana mengembalikan PRJ ke khittahnya,” kata JJ Rizal.

Pekan Produk Kreatif Daerah Jakarta 2013 diselenggarakan mulai Jumat 14 Juni hingga Minggu 16 Juni 2013 di Lapangan Silang Monas Jakarta. Seluruh acara, baik hiburan maupun pameran, terbuka untuk seluruh pengunjung dan tanpa bayar alias gratis.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, menyebutkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membuat PRJ sendiri. Namun, namanya bukan Pekan Raya Jakarta, tetapi Pesta Rakyat Jakarta.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG