Tautan-tautan Akses

Hasil Penyelidikan: AirAsia 8501 Menanjak Terlalu Cepat Lalu Jatuh


Tatang Kurniadi (kiri), Ketua KNKT memberikan keterangan pers mengenai jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 di Jakarta, Kamis (29/1).

Tatang Kurniadi (kiri), Ketua KNKT memberikan keterangan pers mengenai jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 di Jakarta, Kamis (29/1).

Laporan penyelidikan KNKT mengatakan, pesawat AirAsia QZ8501 yang jatuh di Laut Jawa bulan lalu menanjak tajam, kemudian mogok dan jatuh ke laut.

Para pejabat urusan penerbangan di Indonesia mengatakan, pesawat AirAsia nomor penerbangan QZ8501 yang jatuh di Laut Jawa bulan lalu menanjak tajam, kemudian mogok dan jatuh ke laut. Kopilot diyakini mengendalikan pesawat itu.

Pada sebuah konferensi pers hari Kamis (30/1), para penyelidik dari Komisi Nasional Keamanan Transportasi (KNKT) mengatakan, rekaman suara pesawat mengindikasikan, peringatan mogok pesawat Airbus A320 itu muncul sewaktu pesawat terbang menanjak dan berlanjut hingga pesawat berbenturan dengan air.

Rekaman itu juga mengindikasikan kopilot berkewarganegaraan Perancis Remit Emmanuel Plesel, yang memiliki sekitar 6.000 jam terbang, memegang posisi kendali ketika pesawat itu jatuh. Pilot Indonesia bernama Iryanto, yang memiliki sekitar 20 ribu jam terbang sedang mengawasi penerbangan itu.

Seluruh 162 orang dalam pesawat itu tewas ketika jatuh tanggal 28 Desember. Para penyelam telah menemukan 70 mayat dari rongsokan pesawat.

Pesawat itu sedang dalam penerbangan dari Surabaya, kota terbesar kedua di Indonesia, ke Singapura ketika jatuh.

Operasi SAR terhalang oleh kondisi laut yang tidak tenang dan buruknya visibilitas. Perekam data penerbangan atau kotak hitam baru ditemukan dua pekan lalu.

XS
SM
MD
LG