Tautan-tautan Akses

Ai Weiwei dan Hak Asasi di China


ARSIP - Seniman China Ai Weiwei tiba di konferensi pers tentang terkait kesempatannya untuk mengajar di the University of Arts (UDK) (26/10/2015). Berlin, Jerman (foto: AP Photo/Markus Schreiber).

ARSIP - Seniman China Ai Weiwei tiba di konferensi pers tentang terkait kesempatannya untuk mengajar di the University of Arts (UDK) (26/10/2015). Berlin, Jerman (foto: AP Photo/Markus Schreiber).

Negara-negara Barat diserukan untuk tetap menekan China berkaitan dengan pelanggaran hak asasi manusia.

Seniman disiden kenamaan China, Ai Weiwei berseru kepada negara-negara Barat agar tetap menekan China mengenai pelanggaran hak asasi manusia.

Berbicara pada acara Dewan Hubungan Luar Negeri di New York pekan ini, ia mengatakan kebebasan mengemukakan pendapat di China sedang dicekik oleh kebijakan yang semakin keras pemerintahan Presiden Xi Jinping. ‘Tidak ada ruang bagi disiden politik di China. Jika anda sentuh sesuatu isu politik, tidak akan ada yang disebut aturan hukum’ katanya.

Ai yang dipenjarakan 81 hari tahun 2011 karena pandangannya yang lantang tentang hak asasi mengatakan pengacara hukum pun di diancam hukuman penjara karena membela aktivis yang ditimpa tuduhan palsu.

Ai yang dipenjarakan karena mengeritik pemerintah dan membongkar korupsi dalam pemerintahan diharuskan membayar denda yang lumayan besar dan dilarang bepergian ke luar negeri selama beberapa tahun. Namun ia tidak berpendapat hanya pemerintahan Presiden Xi Jinping yang bertanggungjawab bagi banyak masalah yang dihadapi China dewasa ini. [al/ps]

XS
SM
MD
LG