Tautan-tautan Akses

Serangan Taliban Tewaskan 7 Orang Pasca Lawatan Obama


Kepulan asap dari lokasi ledakan bom di Kabul, Afghanistan (2/5). Taliban menarget perumahan warga asing di ibukota Afghanistan dan menewaskan sedikitnya tujuh orang beberapa jam pasca kunjungan mendadak Obama ke negara itu.

Kepulan asap dari lokasi ledakan bom di Kabul, Afghanistan (2/5). Taliban menarget perumahan warga asing di ibukota Afghanistan dan menewaskan sedikitnya tujuh orang beberapa jam pasca kunjungan mendadak Obama ke negara itu.

Sebuah bom mobil menewaskan sedikitnya tujuh orang hanya beberapa jam setelah Presiden Amerika Barack Obama meninggalkan ibukota Afghanistan.

Pemberontak menewaskan sedikitnya tujuh orang dalam serangan yang menarget orang-orang asing di Kabul, Rabu, hanya dua jam setelah Presiden Amerika Barack Obama meninggalkan kota itu usai melakukan kunjungan mendadak ke sana.

Taliban mengaku bertanggungjawab atas serangan di kompleks perumahan yang dijaga ketat dan dihuni ratusan pekerja asing di sebelah timur pinggiran ibukota. Mereka mengatakan serangan itu merupakan tanggapan atas lawatan presiden Amerika dan menjanjikan lebih banyak lagi serangan pada waktu mereka melancarkan serangan musim semi di seantero Afghanistan.

Para pejabat Afghanistan dan saksi mata mengatakan seorang pelaku aksi bom mobil bunuh diri dan sejumlah militan yang menyamar sebagai perempuan terlibat dalam serangan maut itu, yang juga melukai 17 orang, sebagian besar anak-anak. Pasukan keamanan Afghanistan dikerahkan di kawasan tersebut dan mengambil alih kendali setelah tembak menembak selama berjam-jam.

Jurubicara NATO Jenderal Carsten Jacobson menyebut pengeboman itu sebagai serangan nekad lainnya yang menyebabkan kematian warga sipil Afghanistan yang tak berdosa. Ia memuji pasukan keamanan Afghanistan yang cepat tanggap dan menyatakan tidak ada kegagalan intelijen yang mengarah pada insiden tersebut.

Sementara itu, para pejabat NATO mengatakan sebuah serangan bom telah menewaskan dua anggota NATO di bagian timur Afghanistan.

Bulan lalu, militan melancarkan salah satu serangan paling terpadu di Kabul, yang melumpuhkan pusat kota dan wilayah diplomatik di sana selama 18 jam.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG