Tautan-tautan Akses

Afghanistan Mulai Hitung Suara Pilpres Putaran Kedua


Seorang anak memegang tangan ayahnya yang telah memberikan suara di sebuah TPS di Kabul (14/6).

Seorang anak memegang tangan ayahnya yang telah memberikan suara di sebuah TPS di Kabul (14/6).

Kementerian Dalam Negeri Afghanistan melaporkan ada 150 serangan kecil, termasuk bom pinggir jalan dan tembakan roket.

Tempat-tempat penghitungan suara di Afghanistan telah ditutup dan penghitungan suara dimulai untuk pemilihan presiden putaran kedua antara calon-calon presiden Abdullah Abdullah dan Ashraf Ghani.

Kelompok Taliban sebelumnya mengancam mengganggu pemilihan umum Sabtu (14/6) itu dengan aksi kekerasan, tetapi situasi di seluruh pelosok Afghanistan tampak aman dan hari berlalu tanpa serangan besar. Kementerian Dalam Negeri Afghanistan melaporkan ada 150 serangan kecil, termasuk bom pinggir jalan dan tembakan roket.

Wartawan VOA di Kabul mengatakan terjadi beberapa ledakan di ibukota Sabtu pagi, tetapi tidak ada laporan korban jiwa.

Tentara Afghanistan memperketat keamanan dengan mendirikan pos pemeriksaan lebih banyak, menggeledah mobil dan melarang truk di jalan-jalan Kabul.

Pasukan Bantuan Keamanan Internasional pada Sabtu memuji tentara Afghanistan dan mengatakan kesuksesan pemilu itu “jelas menunjukkan kepercayaan rakyat Afghanistan terhadap pasukan keamanan mereka.”

Kedua calon presiden berjanji mempertahankan hubungan militer yang dekat dengan Amerika. Hal itu akan membuat hampir 10.000 tentara Amerika bisa tetap tinggal di sana selama dua tahun untuk operasi kontra-terorisme dan terus melatih dan memberi saran bagi tentara dan polisi Afghanistan.

Kedua calon itu adalah sempat menjadi bagian dari kabinet Presiden Hamid Karzai, yang telah menjabat sejak Desember 2001 setelah kekalahan pemerintah Taliban.

Hasil awal resmi akan diumumkan paling cepat 2 Juli.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG