Tautan-tautan Akses

Afghanistan Konfirmasi Kematian Mullah Omar, Taliban Menyangkal

  • Ayaz Gul

Pemerintah Afghanistan mengatakan Mullah Omar, pemimpin kelompok militan Taliban telah meninggal tahun 2013 di Pakistan (foto: ilustrasi). Namun, kelompok Taliban membantah berita ini.

Pemerintah Afghanistan mengatakan Mullah Omar, pemimpin kelompok militan Taliban telah meninggal tahun 2013 di Pakistan (foto: ilustrasi). Namun, kelompok Taliban membantah berita ini.

Pemerintah Afghanistan hari Rabu (29/7) mengkonfirmasi kematian Mullah Omar, pemimpin Taliban yang lama mengucilkan diri.

Pemerintah Afghanistan mengatakan Rabu (29/7) Mullah Omar, pemimpin kelompok militan Taliban yang lama mengucilkan diri telah meninggal lebih dari dua tahun lalu di Pakistan.

“Ia sakit parah di sebuah rumah sakit di Karachi dan meninggal di sana,” kata Abdul Hassib Seddiqi, jurubicara badan intelijen Afghanistan. Ia tidak merincinya.

Kantor Presiden Ashraf Ghani mengkonfirmasi Omar meninggal tahun 2013.

Belum jelas mengapa konfirmasi kematian itu baru terungkap sekarang, meskipun sebelumnya ada sejumlah kabar serupa sejak tahun 2001. Itu adalah terakhir kalinya pemimpin Taliban bermata satu itu terlihat di hadapan publik setelah pasukan Amerika menggulingkan pemerintahan Taliban. Omar lalu melarikan diri ke Pakistan.

Kematian Omar, sekutu dekat jaringan teror al-Qaida, dapat memperumit perundingan perdamaian antara Taliban dan pemerintah Afghanistan. Putaran kedua perundingan itu dijadwalkan mulai hari Rabu.

Namun, kantor Presiden Ghani mengatakan “pemerintah Afghanistan percaya landasan perundingan perdamaian kini lebih kokoh dibandingkan sebelumnya sehingga kami menghimbau semua kelompok oposisi bersenjata agar mengambil kesempatan ini dan ikut dalam proses perdamaian.”

Tetapi, kepada VOA, jurubicara Taliban hari Rabu berkeras bahwa Omar masih hidup. Sejak lama, Taliban Afghanistan telah berulangkali membantah laporan kematiannya. Mereka juga merilis banyak pernyataan atas nama Omar tentang kemenangan di medan perang. Kabar-kabar kematian Omar sebelumnya tidak pernah diberitakan secara luas oleh media lokal.

Seorang analis tentang Taliban berargumen kelompok militan itu kemungkinan besar ingin tetap mengobarkan semangat para pejuangnya yang terus terkepung di lapangan.

Pesan terbaru dari Taliban yang dikatakan berasal dari Omar keluar awal bulan ini. Pesan itu berisi dukungan atas perundingan perdamaian dengan Afghanistan dan menyebutnya sah secara keagamaan. Pesan itu juga menyebutkan Omar mendukung negosiasi itu jika bisa mengakhiri apa yang disebutnya “pendudukan asing pimpinan Amerika” di Afghanistan dan menghasilkan hukum Islam di sana.

XS
SM
MD
LG