Tautan-tautan Akses

Afghanistan Kerahkan 300 Ribu Pasukan untuk Amankan Pemilu

  • Sharon Behn

Warga Afghanistan antri di Kabul untuk memperoleh kartu pemilih bagi pilpres mendatang (18/3).

Warga Afghanistan antri di Kabul untuk memperoleh kartu pemilih bagi pilpres mendatang (18/3).

Afghanistan mengerahkan 300.000 polisi, tentara dan pasukan khusus guna mengamankan TPS-TPS untuk pemilu presiden dan tingkat propinsi tanggal 5 April.

Pemilu Afghanistan tinggal beberapa hari lagi, dan keamanan ketat di jalan-jalan Kabul. Meski demikian, serangan militan terus terjadi.

Juru bicara kementerian pertahanan Afghanistan Jendral Mohammad Zahir Azimi mengatakan semua usaha dilakukan untuk mengamankan pemilu 5 April itu.

“Kami tidak bisa katakan musuh tidak akan menyerang; mereka akan berusaha melakukan serangan bunuh diri dan serangan bom di sejumlah kawasan. Tapi saya bisa katakan kami memiliki kemampuan dan kapasitas untuk menggagalkan mereka,” kata Azimi.

Lebih 300.000 pasukan keamanan telah tersebar diseluruh pelosok negara itu.
“Para komandan pasukan khusus kami juga siaga diseluruh penjuru; di berbagai propinsi dimana mereka mungkin diperlukan untuk merespons situasi darurat. Kami juga memiliki pasukan khusus yang siap melakukan razia malam hari,” tambah Azimi.

Begitupun aksi-aksi reli politik di jalanan secara umum berlangsung damai selama masa kampanye. Serangan-serangan militan terpusat kepada polisi, pejabat pemilu, caleg lokal dan orang asing.

Polisi memimpin upaya pengamanan pemilu. Beberapa pemilih, seperti Haji Asad, bertekad memberikan suaranya dalam pemilu ini. Ia mengatakan, “Kami rakyat Afghanistan harus memastikan keamanan kami sendiri. Meski ada banyak ancaman, kami akan tetap pergi ke TPS.”

Sementara lainnya, seperti Haji Qais, tidak mau mengambil resiko. “Hanya para anggota parpol yang akan memilih, meskipun mereka juga takut. Tidak ada yang mau mengorbankan nyawa, kami tidak punya keamanan yang memadai, dan jika Kabul saja tidak aman, bayangkan di daerah-daerah lain,” ungkapnya.

Taliban hari Rabu (2/4) kembali memperingatkan rakyat Afghanistan agar tidak ikut pemilu, atau akan dibunuh. Berbagai hotel dan restoran yang sering dikunjungi orang asing dan warga lokal sudah ditutup karena khawatir diserang.
XS
SM
MD
LG