Tautan-tautan Akses

Afghanistan Selidiki Serangan Roket pada Pesta Perkawinan


Seorang tentara Afghanistan tengah bertugas di Kabul (Foto: dok).

Seorang tentara Afghanistan tengah bertugas di Kabul (Foto: dok).

Afghanistan secara resmi memegang tanggung-jawab penuh atas keamanannya sendiri, dengan berakhirnya misi tempur AS dan NATO, Kamis (1/1).

Seorang pejabat Afghanistan mengatakan polisi sedang menyelidiki sebuah serangan roket di propinsi Helmand, yang menewaskan sedikitnya 26 orang di sebuah pesta pernikahan, banyak di antara mereka wanita dan anak-anak. Sedikitnya 50 orang lainnya cedera dalam serangan hari Rabu itu.

Polisi mengatakan, roket tersebut tampaknya ditembakkan dari sebuah pos pengawasan militer tak jauh dari situ.

Afghanistan secara resmi memegang tanggung-jawab penuh atas keamanannya sendiri, dengan berakhirnya misi tempur AS dan NATO, Kamis (1/1).

Berbicara hari Kamis, Presiden Ashraf Ghani mengatakan tidak akan membiarkan terjadi perang yang disulut pihak ketiga.

PBB mencatat 2014 sebagai tahun dengan jumlah korban sipil tewas terbanyak di Afghanistan sejak tahun 2009. Sekitar 75 persen korban itu tewas akibat serangan militan. Hingga akhir November, kira-kira 3.100 warga sipil tewas dan 6.400 lainnya cedera.

Taliban mengklaim kemenangan dalam perang selama 13 tahun itu melawan pasukan Barat dan Afghanistan.

Dengan berakhirnya misi tempur pasukan internasional tanggal 31 Desember, masih ada sekitar 12 ribu tentara Amerika dan NATO di Afghanistan untuk melatih dan membantu polisi dan tentara di sana.

Taliban mengaku menang dalam perang selama 13 tahun itu dalam melawan pasukan Barat dan Afghanistan.

Hampir 3.500 pasukan asing tewas, sementara lebih dari 2.200 di antaranya adalah tentara AS. AS menyerbu Afghanistan untuk menggulingkan Taliban, yang melindungi para pemimpin al-Qaida, dalang serangan teroris 11 September 2001.

XS
SM
MD
LG