Tautan-tautan Akses

Afghanistan Harus Gelar Pemilu Putaran Kedua


Para pegawai pemilu di Afghanistan menghitung kertas suara di sebuah TPS di provinsi Herat (5/4).

Para pegawai pemilu di Afghanistan menghitung kertas suara di sebuah TPS di provinsi Herat (5/4).

Pejabat pemilu Afghanistan Sabtu (26/4) mengatakan tidak satupun dari kedua calon teratas mendapat suara mayoritas.

Hasil awal menunjukkan pemilihan presiden Afghanistan 5 April lalu akan membutuhkan pemilihan putaran kedua antara mantan menteri luar negeri Abdullah Abdullah dan mantan pejabat Bank Dunia Ashraf Ghani.

Pejabat pemilu Afghanistan Sabtu (26/4) mengatakan tidak satupun dari kedua calon teratas mendapat suara mayoritas. Perhitungan resmi menunjukkan Abdullah memperoleh 44,9 persen suara, sedangkan Ghani 31,5 persen.

Putaran kedua diwajibkan kecuali ada calon yang meraih lebih 50 persen surat suara. Belum ada penentuan rincian putaran kedua karena hasil awal hari Sabtu itu akan diperbarui dengan hasil akhir resmi yang dirilis 14 Mei.

Abdullah meraih tempat kedua dalam pilpres Afghanistan sebelumnya tahun 2009. Presiden Hamid Karzai memenangkan pemilu itu ditengah berbagai dugaan kecurangan dan pemalsuan surat suara.

Komisi pemilu Afghanistan sedang menyelidiki berbagai keluhan dan tuduhan tentang kecurangan dalam pemilu tahun ini.
XS
SM
MD
LG