Tautan-tautan Akses

Adik Dokter Pakistan yang Dipenjara karena Bantu CIA Desak Peradilan Baru


Jamil Afridi, adik dokter Pakistan Shakil Afridi, mendesak diadakannya peradilan baru bagi kakaknya dalam konferensi pers di Peshawar (28/5)

Jamil Afridi, adik dokter Pakistan Shakil Afridi, mendesak diadakannya peradilan baru bagi kakaknya dalam konferensi pers di Peshawar (28/5)

Adik dokter di Pakistan yang dipenjara karena membantu AS melacak Osama bin Laden mengatakan kakaknya tidak bersalah dan harus diberikan proses peradilan baru.

Pengadilan kesukuan di Pakistan baratlaut minggu lalu menjatuhkan hukuman 33 tahun penjara atas Shakil Afridi karena pengkhianatan. Afridi dituduh mengadakan kampanye vaksinasi gadungan untuk membantu CIA memperoleh sampel DNA bin Laden dan anggota keluarganya guna memastikan keberadaan pemimpin al-Qaida itu disebuah kompleks di kota Abbottabad, Pakistan.

Adik Afridi, Jamil, hari Senin mengatakan kepada wartawan di Peshawar bahwa dokter itu tidak disidangkan secara adil dan akan mengajukan banding atas vonisnya. Ia mengatakan kakaknya bukan seorang pengkhianat dan dijadikan “kambing hitam” oleh para politisi Pakistan. Jamil Afridi menghimbau ketua Mahkamah Agung Pakistan memfasilitasi proses banding itu.

Dalam wawancara dengan VOA, ia mengungkapkan keprihatinan tentang penahanan saudaranya dan mengatakan Shakil harus diberi perlindungan didalam penjara. Jamil Afridi juga mengatakan ia harus diberi kesempatan bertemu saudaranya.

Shakil Afridi, Dokter Pakistan yang membantu CIA melacak persembunyian Osama bin Laden (foto: dok).

Shakil Afridi, Dokter Pakistan yang membantu CIA melacak persembunyian Osama bin Laden (foto: dok).

Amerika mengecam hukuman atas Shakil Afridi, menyebutnya “tidak adil dan tidak beralasan” dan menghimbau agar ia dibebaskan. Pakistan menolak kecaman itu, mengatakan Amerika harus menghormati sistem peradilan Pakistan.

Vonis itu diumumkan ditengah hubungan yang memang sudah tegang antara Amerika dan Pakistan. Islamabad belum kembali membuka jalur pasokan bagi NATO ke Afghanistan, yang ditutup setelah serangan udara Amerika tidak sengaja menewaskan 24 prajurit Pakistan bulan November lalu.

Parlemen Pakistan telah menuntut permintaan maaf atas serangan lintas perbatasan itu, dan diakhirinya serangan pesawat tanpa awak Amerika di wilayah Pakistan.

Tapi serangan pesawat tanpa awak berlanjut. Misil-misil menggempur sebuah kompleks bangunan dan kendaraan di kawasan kesukuan Waziristan Utara pada Senin pagi. Para pejabat keamanan Pakistan mengatakan setidaknya lima militan tewas di kota Hassokhel dekat Mir Ali. Beberapa jam kemudian, sebuah serangan pesawat tanpa awak lain menewaskan setidaknya empat militan dekat Miran Shah, kota utama di Waziristan Utara.

Paling tidak sudah terjadi empat serangan pesawat tanpa awak yang menyasar al-Qaida dan militan terkait Taliban di kawasan barat laut Pakistan sejak 24 Mei.
XS
SM
MD
LG