Tautan-tautan Akses

ADB Imbau Penghijauan Kota-Kota Asia


Polusi udara di Hong Kong (foto: dok). Pertumbuhan cepat kota-kota besar di Asia mengakibatkan peningkatan tajam polusi, perkampungan kumuh, dan kesenjangan sosial.

Polusi udara di Hong Kong (foto: dok). Pertumbuhan cepat kota-kota besar di Asia mengakibatkan peningkatan tajam polusi, perkampungan kumuh, dan kesenjangan sosial.

Bank Pembangunan Asia (ADB), memperingatkan bahwa kota-kota Asia yang bertumbuh dengan cepat harus melakukan penghijauan demi mencegah bencana seperti banjir besar dan polusi yang tidak terkendali.

Laporan baru oleh Bank Pembangunan Asia (ADB), memperingatkan bahwa kota-kota Asia yang bertumbuh dengan cepat harus melakukan penghijauan demi mencegah bencana seperti banjir besar dan polusi yang tidak terkendali.

Laporan itu mengatakan Asia, yang membangun kota-kota dengan laju yang lebih cepat daripada kawasan manapun di dunia, sudah menampung separuh dari penduduk kota sedunia.

Dalam waktu 10 tahun mendatang, Asia diperkirakan akan mempunyai 21 dari 37 kota yang sangat besar di seluruh dunia.

Perkampungan kumuh di New Delhi, India yang tidak terkendali akibat pertumbuhan populasi kota yang pesat (foto: dok).

Perkampungan kumuh di New Delhi, India yang tidak terkendali akibat pertumbuhan populasi kota yang pesat (foto: dok).

Namun, ADB mengatakan pertumbuhan penduduk kota dengan laju rekor itu telah menelan biaya yang sangat besar, dan telah mengakibatkan peningkatan tajam polusi, perkampungan kumuh, dan kesenjangan sosial dan ekonomi yang melebar.

Dan laporan tadi memperingatkan kawasan itu menghadapi masa depan yang suram dengan lingkungan yang memburuk, kalau kota-kotanya tidak lebih ramah lingkungan.

Laporan tersebut mengatakan lebih dari 400 juta orang di kota-kota Asia mungkin berisiko terkena banjir pantai dan kira-kira 350 juta orang berisiko kena banjir di pedalaman sebelum tahun 2025, kalau pola yang sekarang terus berlanjut.
XS
SM
MD
LG