Tautan-tautan Akses

Abu Vulkanik Merapi Ancam Candi Borobudur

  • Wella Sherlita

Candi Borobudur tertutup abu vulkanik dari Gunung Merapi.

Candi Borobudur tertutup abu vulkanik dari Gunung Merapi.

Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata mengatakan butuh dana sekitar 600 juta rupiah untuk membersihkan Candi Borobudur akibat terpaan abu vulkanik.

Letusan dahsyat Gunung Merapi telah menyisakan abu vulkanik yang mengendap dalam pori-pori relief dan stupa Candi Borobudur. Ketebalannya diperkirakan mencapai 2,5 hingga tiga sentimeter. Hal ini disampaikan Direktur Purbakala Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Junus Satrio Atmodjo, dalam sebuah diskusi di Jakarta akhir pekan baru lalu.

“Kita melihat bahwa abu yang tadinya ada di atas itu sekarang justru masuk ke dalam struktur bagian dalam candi, artinya di atas juga begitu, dan di atasnya lagi juga sama. Struktur bagian atas Borobudur itu meskipun rata, tetapi itu di atasnya ada lapisan beton, lalu disangga dengan batu kotak-kotak. Ada dua lapis batu. Abu sudah masuk ke bagian paling bawah, kalau terjadi penimbunan di bawah lantai ya kita harus bongkar…” jelas Junus.

Junus Atmodjo menambahkan, abu vulkanik Sulfur Dioksida yang memiliki tingkat keasaman tinggi. Jika terkena air zat ini akan berubah menjadi Sulfur (S4). Apabila masuk ke celah batuan, yang didesain sebagai pipa pengalir air Candi Borobudur, cairan ini dapat tersumbat dan membentuk endapan yang mengeras. Menurut Junus Atmojo, untuk menghilangkan endapan ini dibutuhkan cairan kimia yang bersifat basa, berupa baking soda atau soda kue yang biasa digunakan untuk membuat roti.

Salah satu arca Candi Borobudur tampak diselimuti abu.

Salah satu arca Candi Borobudur tampak diselimuti abu.


“S4 itu sulfur dia sangat asam dan bisa menghancurkan permukaan batu, maka kita perlu memberikan cairan yang nantinya menetralisir, cairan yang sifatnya basa. Itu kita gunakan soda kue. Kita butuh berkilo-kilo soda kue untuk membersihkan seluruh candi. Nah waktu itu kita sempat mendiskusikan bagaimana supaya soda kue jangan sampai habis di Jogja nanti orang-orang tidak bisa makan roti, maka diputuskan kita membeli soda kue dari tempat lain.”

Selain soda kue, kata Junus Atmodjo, juga dibutuhkan plastik ukuran besar yang panjangnya empat meter, untuk menutup 72 stupa dan dinding Candi selagi dilakukan pembersihan. Perbaikan total diperkirakan butuh biaya sekitar 600 juta rupiah.

“Estimasi anggaran saya sudah keluarkan 100 juta rupiah hanya untuk alat, sebab kita sebentar lagi untuk pembersihan butuh 100 juta lagi. Tetapi kita estimasi itu 600 jutaan, itu untuk Borobudur, Mendut, dan Prambanan. Sementara kita belum dapat jawaban karena masih dalam prose penanggaran,” ungkap Junus.

Melihat situasi yang ada, Junus Atmodjo tidak keberatan seandainya ada pihak perusahaan atau organisasi nonpemerintah yang bersedia membantu pendanaan untuk membersihkan Candi Borobudur.

Candi Borobudur yang tertutup abu vulkanik akibat letusan Gunung Merapi.

Candi Borobudur yang tertutup abu vulkanik akibat letusan Gunung Merapi.

Budayawan Mudji Sutrisno sependapat dengan pemikiran ini, namun koordinasinya harus jelas, karena korban manusia saat ini jauh lebih diutamakan para pendonor daripada benda cagar budaya.

“Bagaimana bisa mengkompromikan berbagai kepentingan yang ada sekarang ini terkait bahaya hancurnya Borobudur, misalnya koordinasi dananya, dan juga ini informasinya hanya masuk pada mereka yang perduli, wartawan dan pemerhati cagar budaya,” kata Mudji Sutrisno.

Pemugaran Candi Borobudur pernah dilakukan pada tahun 1978 oleh pemerintah Indonesia dan UNESCO (Badan PBB untuk Pendidikan dan Kebudayaan). Sejauh ini, UNESCO masih berhati-hati menyikapi ancaman kerusakan Candi Borobudur. Junus Atmodjo mengatakan, badan itu masih menunggu keputusan dari pemerintah Indonesia.

XS
SM
MD
LG