Tautan-tautan Akses

AS, China Khawatir Posisi Pemimpin Baru Manila Seputar Isu Laut China Selatan


Calon presiden Filipina, Walikota Rodrigo Duterte di Davao city, Filipina (Foto: dok).

Calon presiden Filipina, Walikota Rodrigo Duterte di Davao city, Filipina (Foto: dok).

China mengungkapkan harapan agar pemerintah Filipina yang baru bisa bekerja sama dengan Beijing, guna menyelesaikan pertikaian dengan Manila di Laut China Selatan.

Kalau Filipina secara resmi menyatakan walikota Davao City, Rodrigo Duterte sebagai presiden, masyarakat internasional akan mengamati secara cermat bagaimana pemerintahannya menjalankan kebijakan geo-politik di mana ketegangan antara China dan Amerika menyaksikan eskalasi.

Dalam hari-hari menyusul pemilihan 9 Mei, menurut penghitungan suara tidak resmi, walikota ini menang secara meyakinkan. China mengungkapkan harapan pemerintah Filipina yang baru agar bisa bekerja sama dengan Beijing, guna menyelesaikan pertikaian dengan Manila di Laut Cina Selatan. “Supaya hubungan kedua negara pulih kembali dan berkembang secara sehat,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Lu Kang.

Selama pemerintahan Presiden Benigno Aquino, Manila dan Beijing berselisih pendapat sehubungan kedaulatan atas samudera yang kaya sumber daya alam itu. Manila mengambil posisi garis keras, sementara Beijing menegaskan kedaulatan yang tidak bisa ditawar-tawar atas samudra itu. Kedua belah fihak tidak mencapai kesepakatan dalam pembicaraan bilateral, dan Kementerian Luar Negeri Filipina membuat China marah ketika Manila melakukan pendekatan multi-lateral serta mengajukan klaim arbitrasi internasional pada 2013. Keputusan atas klaim ini diduga akan diterbitkan satu bulan lagi. [jm]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG