Tautan-tautan Akses

Militer Filipina Larang Wartawan Adakan Wawancara Dengan Teroris - 2005-03-08


Militer Filipina mengusulkan agar wartawan dilarang mewawancarai teroris menyebabkan timbul tentangan keras dari persatuan wartawan. Persatuan Wartawan Nasional negara itu mengutuk usul tersebut, yang diajukan pekan lalu oleh jurubicara militer Letnan Jenderal Edilberto Adan sebagai bagian dari diskusi tentang RUU anti terorisme yang sedang digarap Kongres Filipina. Militer menyatakan usul itu bukan untuk membatasi kebebasan pers tetapi sebagai cara mencegah teroris menggunakan media untuk memperoleh publisitas. Militer juga mengakui bahwa keputusan terakhir berada di tangan para anggota Kongres. Persatuan Wartawan Nasional Filipina mengatakan pihaknya mengutuk sekeras-kerasnya usul itu dan mengajak semua kelompok media untuk menentang yang disebut ‘usul gila-gilaan’ tersebut.

XS
SM
MD
LG