Tautan-tautan Akses

Tugas Pertama Majelis Nasional Irak adalah Memilih Perdana Menteri  - 2005-03-07


Para politikus Irak telah menetapkan pekan depan sebagai mulainya masa bekerja Majelis Nasional Irak yang terpilih secara demokratis untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Di antara tugas-tugas pertama Majelis Nasional itu adalah memilih perdana menteri yang akan membentuk pemerintahan baru. Perundingan- perundingan yang dilaksanakan oleh tiga kelompok politik utama di Irak sejauh ini belum menghasilkan kesepakatan, namun para pejabat menyatakan para anggota legislatif Irak akan mengadakan perundingan tanggal 16 Maret yang akan datang, meskipun perundingan itu tidak akan menghasilkan persetujuan apapun.

Kelompok aliansi Shi’ah yang memenangkan sejumlah kecil suara mayoritas dalam pemilihan bulan Januari lalu menginginkan Ibrahim al-Jaafari sebagai perdana menteri, namun Perdana Menteri interim Ayad Allawi, yang para pendukungnya memenangkan kursi jauh lebih sedikit, sedang melakukan negosiasi supaya dia dapat tetap memegang jabatannya sebagai perdana menteri.

Tanggal 16 Maret adalah hari ulang tahun serangan senjata kimia terhadap warga Kurdi di kota Halabja. Pasukan tentara mantan pemimpin Irak Saddam Hussein menewaskan 5.000 orang dalam insiden tahun 1988 itu.

Di kota Baquba, Irak utara, Senin ini, serangan pemberontak menewaskan sekurang-kurangnya lima tentara Irak, sementara sekurang-kurangnya dua anggota polisi Irak tewas dalam serangan bom mobil.

XS
SM
MD
LG