Tautan-tautan Akses

Profil Staf VOA: Yoni Puspadi - 2005-02-15


Made Yoni, demikian nama udara wanita yang punya nama lengkap Ni Made Yoni Puspadi ini, yang dilahirkan pada tanggal 29 Juni 1967. Yoni Bergabung dengan VOA sejak 22 Oktober 2004. Menjadi penyiar radio bukan hal yang asing baginya, Yoni memulai karir kepenyiarannya ketika masih duduk di kelas 1 SMP menjadi penyiar PT. Radio SIS di Denpasar kemudian Radio AR sampai tamat SMA. Yoni menjalani masa transisi siaran AM dan FM, kemudian, selama 4 tahun masa studinya di Fakultas Hukum Universitas Janabadra Yogyakarta ia bekerja pada Radio Prima Unisi. Selebihnya ia berkarier di bagian Human Resources sebuah perusahaan pembuat perhiasan sembari menjadi penyiar di pulau kelahirannya, Bali, untuk Radio CDBS, Cassanova, dan RRI Paradise FM programa siaran berbahasa Inggris. Saat ditanya berapa Radio komersial yang sudah ia jelajahi, ia hanya tersenyum, sambil berkata yang jelas hampir 20 tahun karirnya ia jalani di dunia Radio Komersial.

Wanita yang berzodiak cancer yang konon sangat perasa ini seperti wanita Bali umumnya suka menari, berenang, dan melukis. Sayangnya kesukaannya yang terakhir ini sudah tidak lagi dilakoninya secara aktif selama hampir 7 tahun, karena kesibukannya. Ketika ditanya mengapa ia meninggalkan karirnya yang sangat mapan dan memilih menjadi broadcaster VOA, Yoni menjawab bahwa menjadi penyiar VOA sudah menjadi angan-angannya sejak kanak-kanak, dan sudah saatnya mencurahkan energi dalam bidang yang semula sekedar hobby, yang sekarang menjadi pilihan karier, hitung-hitung katanya sebagai dedikasi untuk bidang yang telah berperan besar dalam hidupnya. Ketika ditanya kenapa ia berpendapat seperti itu, Yoni sekali lagi tersenyum, katanya ia bisa menamatkan Perguruan Tinggi karena radio, dan ia percaya karier dalam bidang radio dapat memberi penghidupan yang layak bila dijalani secara professional, jadi inilah saatnya Yoni mencurahkan segenap profesionalisme yang telah ditimbanya selama 20 tahun.

Saat ditanya kesannya pertama kali bekerja di VOA, Yoni dengan antusias menjawab “senang” meskipun sangat berbeda dengan praktek Radio yang ada di Indonesia, khususnya di Bali, dimana penyiar mengoperasikan sendiri seluruh perangkat siar secara live. Tentu saja di VOA sistemnya berbeda karena melibatkan banyak bidang profesional lainnya. Namun kata Yoni, ia tidak bermasalah untuk beradaptasi dengan lingkungan baru, apalagi dengan kebudayaan yang sangat heterogen di VOA. Yang paling berat baginya adalah menjalani masa-masa musim dingin pada awal masa kerjanya, sampai-sampai setiap pulang kerja ia mengalami keram kakinya karena terlalu dingin.

XS
SM
MD
LG