Tautan-tautan Akses

Polisi Washington Meminta Maaf Kepada Demonstran


Pekan lalu, terjadi sesuatu yang luar biasa di kota Washington DC. Komandan Polisi Washington Charles Ramsey mengumumkan surat permintaan maaf, atas kesalahan yang telah dilakukan polisi Washington.

Permintaan maaf itu terkait dengan cara Ramsey dan polisi Washington bertindak ketika terjadi protes oleh ribuan orang demonstran, menentang kebijakan Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia di depan Gedung Kongres bulan September 2002.

Selagi kedua badan keuangan itu bertemu, polisi Washington menangkap 400 orang demonstran, orang yang menonton, dan orang yang kebetulan lewat, karena mengabaikan perintah untuk bubar. Mereka ditahan di dalam sebuah ruangan tanpa tempat tidur, dengan sedikit makanan, sampai 36 jam. Kemudian terungkap bahwa polisi tidak pernah mengeluarkan perintah untuk bubar. Fakta ini terungkap ketika tujuh orang yang ikut ditangkap menuntut polisi Washington di peradilan.

Karena itu, akhir bulan lalu, hakim menyatakan bahwa ketujuh orang itu harus diberi ganti rugi sebesar 425 ribu dolar. Hakim juga memerintahkan agar polisi Washington memberikan ganti rugi kepada semua orang yang ditahan dalam peristiwa itu. Selain itu, Hakim memerintahkan agar Komandan Polisi Washington Charles Ramsey menulis surat permintaan maaf kepada ketujuh orang penggugat.

Charles Ramsey melakukan perintah hakim itu. Setelah itu, ia melangkah lebih jauh, dengan minta maaf kepada warga kota Washington. Ia berjanji bahwa pada masa depan, para demonstran akan diberi kebebasan menyatakan pendapat, suatu hak yang telah diperjuangkan dengan mengorbankan jiwa oleh beberapa generasi Amerika.

Hak konstitusional untuk menyatakan pendapat di tempat umum adalah tonggak demokrasi Amerika. Ini berlaku untuk surat kabar, radio, film, pemusik dan perorangan. Ini juga berlaku untuk kelompok-kelompok yang ingin suara mereka didengar umum.

Dalam sejarah Amerika, demonstrasi dan protes terjadi berulangkali: gerakan mendukung hak sipil untuk warga kulit hitam pada tahun 1960an, anti perang Vietnam pada tahun 1960an dan 70an, gerakan mendukung hak perempuan tahun 1980an, dan selama tiga dasawarsa terakhir, selalu terjadi demonstrasi anti-aborsi setiap tahun.

Ini adalah hak yang sangat berharga. Kadang-kadang ada usaha untuk menindas perbedaan pendapat mengenai suatu isu. Tetapi penghargaan pada hak untuk menyatakan pendapat tetap bertahan dalam arena politik, di pengadilan, dan dalam korp kepolisian Amerika.

Sistemnya jauh dari sempurna. Tetapi setiap kali polisi bertindak terlalu keras, sistem yang ada dapat melindungi hak kebebasan berbicara.

Dalam Konvensi Partai Demokrat di Boston Juli lalu, polisi Boston membuat ‘arena kebebasan berbicara” dengan mendirikan pagar berduri di sekeliling para demonstran. Seorang hakim yang mengunjungi tempat itu mengecam polisi dengan mengatakan, pagar berduri itu mengingatkannya pada kamp konsentrasi. Kasus ini masih dalam proses pengadilan.

Selama Konvensi Partai Republik di New York bulan Agustus tahun lalu, polisi menggunakan jaring untuk menangkap para demonstran seperti menjaring ikan. Mereka menahan 1800 orang. Pekan lalu, seorang hakim mengumumkan, akan membuka penyidikan mengenai tindakan polisi itu.

Kota Seattle di negara bagian Washington, 5000 kilometer di sebelah barat kota Washington DC, tidak siap menerima kedatangan 50 ribu orang demonstran pada bulan November tahun 1999, yang memprotes kebijakan Organisasi Perdagangan Sedunia. Polisi Seattle tidak dapat mengendalikan massa, dan bertindak berlebihan. Karena tindakan polisi, ribuan orang tidak bisa ikut dalam protes. Polisi kemudian dikecam, dan beberapa orang demonstran mendapat ganti rugi dari kota Seattle. Menanggapi insiden itu, Dewan Kota Seattle tahun 2003 menyetujui sebuah resolusi yang menjamin hak asasi dan kebebasan semua orang.

Tugas polisi dalam insiden-insiden itu tidak mudah. Sering, dengan menempuh resiko membahayakan keselematan mereka sendiri, polisi menjaga ketertiban, selagi memastikan bahwa orang lain, yang sering dalam keadaan marah, suaranya didengar. Seperti dikatakan seorang polisi senior, demonstrasi harus dikendalikan, bukan dilarang. Itu memerlukan pelatihan, ketrampilan bernegosiasi, disiplin, dan komitmen kuat pada kebebasan berbicara.

Tetapi polisi juga harus mencegah kekerasan. Setelah ribuan orang berdemonstrasi dengan tertib selama pelantikan Presiden Bush untuk masa jabatan yang kedua bulan lalu, beberapa ratus orang berkeliaran di Washington, merusak beberapa mobil dan gedung.

Kekeliruan yang dilakukan polisi Washington tahun 2002 itu terutama meresahkan karena kota Washington, di mana selalu ada orang berdemo, dikenal mampu menangani demonstrasi. Polisi dari kota-kota lain dikirim ke Washington untuk belajar cara menangani protes.

Permintaan maaf Komandan Polisi Charles Ramsey menunjukkan bahwa polisi Amerika memang kadang-kadang khilaf, tetapi pada akhirnya, mereka harus melindungi hak rakyat Amerika bagi kebebasan menyatakan pendapat.

(voa/howell/santoso)

XS
SM
MD
LG