Tautan-tautan Akses

PM Allawi: Tidak Mungkin Berikan Jaminan Keamanan Sepenuhnya Bagi Pemilu Irak - 2005-01-22


PM Irak Iyad Allawi menyatakan tidak mungkin untuk memberikan jaminan keamanan sepenuhnya bagi pemilu nasional di negaranya yang akan berlangsung 8 hari mendatang. Pernyataan pesimistis Allawi itu dikemukakan dalam wawancara dengan TV Inggris Jumat kemarin hanya beberapa jam setelah terjadi dua ledakan bom mobil yang ditujukan terhadap kaum muslim Shiah, dan menewaskan 25 orang. PM itu mengatakan, keamanan yang dilakukan sejauh ini tidak cukup memadai untuk mencegah serangan-serangan oleh kaum pemberontak.

Ledakan bom mobil di Baghdad telah menewaskan sekurang-kurangnya 14 orang dan melukai 40 lainnya ketika mereka meninggalkan masjid Shiah sesudah sholat Jumat. Pihak berwajib mengatakan, ledakan bom mobil Jumat kemarin juga menewaskan beberapa orang di pesta pernikahan Shiah di kota sebelah selatan Baghdad. Serangan terhadap golongan mayoritas Shiah di Irak semakin meningkat dengan semakin dekatnya pemilihan 30 Januari yang akan datang. Pemimpin teroris Abu Musab al-Zarqawi telah mengutuk kaum Shiah karena membantu pasukan AS di sana. Secara terpisah, para pejabat AS mengatakan, seorang tentara AS tewas Jumat ini dalam serangan terhadap kelompok militan pembuat bom di Duluiyah, di sebelah utara Baghdad. Seorang tentara Italia juga tewas di Irak selatan ketika helikopternya kena tembakan musuh.

Sementara itu, Kedutaan Besar Cina di Baghdad mengatakan, 8 pekerja Cina yang disandera di Irak telah dibebaskan oleh kaum pemberontak yang sebelumnya menculik mereka bulan ini.

Para penculik menyatakan dalam pesan video yang disiarkan Sabtu ini, mereka memutuskan untuk membebaskan ke-8 pria itu sesudah Cina berjanji tidak akan mendorong warganya untuk melakukan perjalanan ke Irak.

Tidak diperoleh keterangan mengenai tempat para sandera itu, yang bekerja di Irak sebagai karyawan konstruksi sebelum mereka disandera. Namun, kantor berita resmi Cina Xinhua mengemukakan, Kedutaan Besar Cina di Baghdad mengukuhkan para pria tersebut telah dibebaskan. Stasiun TV Arab -- Al-Arabiya -- menyiarkan pernyataan dari kaum pemberontak - yang menyebut diri mereka -- Gerakan Perlawanan Islam --Brigade Nuamaan. Stasiun TV itu mengatakan, para sandera tidak menderita luka dan tidak ada uang tebusan yang telah dibayarkan.

Para penculik, yang 4 hari lalu mengatakan bahwa mereka berancana akan membunuh para sandera itu dalam 48 jam, hari ini mengumumkan, ke-8 orang itu dibebaskan untuk menunjukkan iktikat baik.

XS
SM
MD
LG